terkini24.com,- Presiden AFC, Salman bin Ebrahim Al Khalifa, resmi meminta Gianni Infantino mundur dari jabatannya sebagai presiden FIFA, namun sikap ini tidak didukung seluruh anggota konfederasi. Pada Senin (10/8), surat permintaan mundur itu ditandatangani bersama UEFA dan CONCACAF, tetapi justru 11 federasi anggota AFC — termasuk Indonesia — secara terbuka menyatakan dukungan kepada Infantino. Hingga Selasa (11/8), belum ada pertemuan resmi AFC dengan seluruh 47 anggotanya untuk membahas posisi bersama.
Indonesia, melalui PSSI, menjadi negara pertama di Asia yang secara terang-terangan mendukung Infantino, mengacu pada peran pentingnya dalam pengembangan sepak bola Tanah Air. Setelah itu, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Sri Lanka, Lebanon, Bhutan, Mongolia, Filipina, Bangladesh, dan Timor Leste menyusul menyatakan dukungan serupa. Timor Leste menjadi negara terakhir yang mengumumkan sikapnya.
Namun, dukungan ini belum mencerminkan seluruh suara di dalam AFC. Banyak pihak meyakini masih ada federasi lain yang diam-diam mendukung Infantino, meski belum mengeluarkan pernyataan resmi. Berbeda dengan situasi di AFC, UEFA hingga kini tidak memiliki satu pun anggota Eropa yang terbuka mendukung Infantino, sementara di CONCACAF hanya Meksiko yang menyatakan kesetiaan — 40 anggota lainnya menolak.
Infantino sendiri menilai surat permintaan mundur dari AFC, UEFA, dan CONCACAF bukanlah suara mutlak seluruh anggota FIFA, melainkan posisi sepihak dari tiga konfederasi tersebut. Dinamika ini memperlihatkan perpecahan mendalam dalam struktur kepemimpinan sepak bola global, di mana kepentingan nasional mulai mengalahkan kesatuan konfederasi.

















