Sumbawanews.com,- Piala Dunia tak hanya menjadi panggung bagi raksasa sepak bola dunia, tapi juga tempat lahirnya kejutan-kejutan luar biasa dari tim-tim baru. Di antara banyak debutan yang pernah tampil, lima tim berhasil mencatatkan sejarah tak terlupakan—dengan Kroasia sebagai puncaknya, yang langsung meraih peringkat tiga di penampilan pertamanya pada 1998.
Kroasia, yang baru merdeka pada 1991, tiba di Prancis sebagai tim yang hampir tak diperhitungkan. Namun, dengan kekuatan tim yang dipimpin Zvonimir Boban dan Davor Šuker—yang akhirnya menjadi top skor turnamen dengan enam gol—Vatreni menembus semifinal, menghentikan langkah tuan rumah Prancis hanya di babak empat besar. Di pertandingan perebutan peringkat tiga, mereka menaklukkan Belanda 2-1, mengukir sejarah sebagai debutan pertama yang meraih medali perunggu Piala Dunia.
Tak kalah mengagumkan adalah Korea Utara di Piala Dunia 1966 di Inggris. Sebagai negara yang baru bangkit dari perang saudara, Chollima—julukan timnas mereka—menggegarkan dunia dengan mengalahkan Italia 1-0 di fase grup. Mereka melaju hingga perempatfinal, menghentikan langkah tim-tim besar Eropa. Hanya kejeniusan Eusebio dan Portugal yang mampu menghentikan mimpi mereka, dengan kemenangan 5-3 yang tetap menjadi legenda dalam sejarah turnamen.
Di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Nigeria—dengan julukan Super Eagles—langsung menunjukkan taringnya. Mereka menjadi juara grup yang berisi Argentina, berkat kekuatan tim muda yang dipimpin Rashidi Yekini dan Finidi George. Meski akhirnya tersingkir 1-2 oleh Italia di babak 16 besar, gol Roberto Baggio yang menjadi gol emas pertama dalam sejarah Piala Dunia justru menjadi penutup dramatis bagi petualangan tim Afrika itu.
Selain ketiganya, ada dua debutan lain yang patut diingat. Belgia pada 1930 menjadi satu-satunya tim Eropa yang tampil di edisi perdana Piala Dunia di Uruguay, dan meski tak lolos dari fase grup, kehadiran mereka membuka jalan bagi Eropa di ajang global. Sementara itu, Turki pada 1954 mencatatkan diri sebagai tim debutan pertama yang menembus semifinal, sebelum akhirnya kalah dari Jerman Barat dan menang atas Korea Selatan di pertandingan perebutan peringkat tiga.
Kelima tim ini bukan sekadar peserta baru. Mereka membuktikan bahwa Piala Dunia adalah ajang di mana mimpi bisa menjadi kenyataan—bahkan bagi negara yang baru saja bangkit dari bayang-bayang sejarah. Dan di antara semua kejutan itu, Kroasia tetap menjadi simbol tertinggi: debutan yang tak hanya tampil, tapi menang, berlari, dan meraih medali.
















