terkini24.com,- FIFA mengantongi keuntungan sebesar 15 miliar dolar AS (Rp269 triliun) dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026, memecahkan rekor keuntungan sepanjang sejarah turnamen. Keberhasilan finansial ini tercapai setelah turnamen berakhir pada 20 Juli 2026, dengan final digelar di New York New Jersey Stadium dan dimenangkan oleh Timnas Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0. Peningkatan signifikan ini melebihi proyeksi awal sebesar 11 miliar dolar AS dan hampir dua kali lipat dari cuan Piala Dunia 2022 yang mencapai 7,5 miliar dolar AS.
Kenaikan pendapatan didorong oleh perluasan partisipasi tim dari 32 menjadi 48 negara, yang memperluas basis penjualan tiket, hak siar, dan sponsorship. FIFA juga mendapat bagian 15 persen dari transaksi di pasar sekunder tiket, baik dari pembeli maupun penjual, yang turut menyumbang pendapatan tambahan. Selain itu, peningkatan nilai komersial global dan ekspansi pasar digital menjadi faktor kunci dalam lonjakan keuntungan ini.
Keberhasilan finansial Piala Dunia 2026 memperkuat peluang Amerika Serikat menjadi tuan rumah edisi berikutnya pada 2038. Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan keinginan AS untuk menjadi tuan rumah tunggal, dengan mengesampingkan Kanada dan Meksiko yang sebelumnya berkolaborasi dalam penyelenggaraan 2026. FIFA juga tengah mengevaluasi kemungkinan memperluas partisipasi menjadi 64 tim pada Piala Dunia 2030 demi memperbesar potensi keuntungan lebih lanjut.
Asosiasi sepak bola nasional diperkirakan akan mendapat bagian dari keuntungan ini, meskipun rincian distribusi dana belum dirilis secara resmi.
















