terkini24.com,- Pelatih Timo Scheunemann menegaskan bahwa laga final Srikandi Merdeka Cup 2026 antara Garuda Pertiwi melawan Thailand U-16 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (23/8), menjadi momen berharga bagi perkembangan pemain muda sepak bola putri Indonesia. Garuda Pertiwi lolos ke final setelah menaklukkan Yordania 3-0, sementara Thailand mengalahkan Malaysia 5-1 di semifinal. Bagi Scheunemann, pertandingan ini bukan sekadar ajang merebut trofi, tapi kesempatan langka untuk menguji ketahanan dan mental anak asuhnya melawan salah satu kekuatan sepak bola putri Asia Tenggara.

Scheunemann, pelatih asal Jerman yang menangani Timnas Putri Indonesia U-16 di Piala AFF Wanita U-16 2025, menilai Thailand sebagai salah satu dari tiga โ€œpowerhouseโ€ sepak bola putri di kawasan, bersama Australia dan Vietnam. Ia mengaku langsung merasakan kekuatan kedua tim tersebut saat Indonesia kalah 0-3 dari Australia di semifinal dan kalah adu penalti 6-7 (1-1) dari Vietnam di pertandingan perebutan peringkat tiga. โ€œYang belum ketemu, Thailand. Makanya saya ingin anak-anak bisa merasakan โ€˜Trisulaโ€™ itu begitu,โ€ ujarnya, merujuk pada tiga tim dominan di Asia Tenggara.

Meski berambisi menang, Scheunemann menegaskan bahwa target utamanya bukan sekadar gelar juara. Baginya, piala sejati justru terwujud dalam perkembangan para pemain muda. โ€œPiala saya sesungguhnya itu ini. Semua pemain-pemain saya itu piala, piala berjalan,โ€ katanya, menekankan komitmen jangka panjang dalam membangun fondasi sepak bola putri Indonesia. Ia menambahkan, Thailand telah mengembangkan bakat putri selama tiga dekade, sementara Indonesia baru mulai serius dalam tiga tahun terakhirโ€”menjadikan pertemuan ini sebagai batu loncatan penting.

Baca Juga:

Laga final akan menjadi ujian nyata sekaligus pelajaran berharga bagi generasi muda Garuda Pertiwi, yang kini berada di persimpangan antara mimpi dan realitas sepak bola putri Asia.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading