terkini24.com,- Pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, gol Mostafa Ziko untuk Mesir dianulir wasit setelah konsultasi dengan VAR, meski eks wasit Premier League Graham Scott menyatakan keputusan itu tidak tepat. Gol yang tercipta di menit ke-58 itu dibatalkan karena dianggap ada pelanggaran oleh Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez, namun Scott menilai kontak tersebut tidak memenuhi standar pelanggaran yang layak ditinjau ulang oleh VAR.
Scott, dalam analisisnya di The Athletic, menegaskan bahwa interaksi antara Attia dan Martinez bersifat normal, tanpa pelanggaran yang jelas atau signifikan. Ia menyoroti jarak sekitar 91 meter antara insiden tersebut dengan momen gol, serta fakta bahwa tim Argentina sudah memiliki cukup waktu dan posisi untuk kembali bertahan. Menurutnya, VAR seharusnya hanya mengoreksi kesalahan jelas dan nyata, bukan mengganggu alur permainan karena kontak sepele yang biasa terjadi di lapangan. Ia juga menambahkan bahwa klaim penalti Mesir terhadap Mohamed Salah sebelum gol kemenangan Argentina juga seharusnya ditolak, karena kontak yang terjadi tidak cukup untuk menjatuhkan pemain.
Scott menekankan bahwa semakin jauh jarak dan waktu antara pelanggaran yang diduga dengan terciptanya gol, semakin tinggi standar bukti yang dibutuhkan untuk membatalkan gol. Dalam kasus ini, ia menyatakan tidak ada pelanggaran yang memenuhi ambang batas itu.

















