terkini24.com,- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menjelaskan kebijakan gonta-ganti kiper selama fase grup Piala AFF 2026 sebagai strategi untuk menilai performa dua penjaga gawang, Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi, tanpa menetapkan pemain utama. Kedua kiper mendapat kesempatan tampil bergantian di empat laga grup A, mulai dari laga pembuka melawan Kamboja pada 27 Juli di Stadion Pakansari, Bogor, hingga laga terakhir melawan Singapura.

Nadeo menjadi pilihan pertama saat Garuda menang telak 7-1 atas Kamboja, meski satu gol lawan tercipta akibat kesalahan antisipasinya. Di laga kedua melawan Timor Leste, Herdman memercayakan Cahya yang membantu Indonesia menang 3-0. Nadeo kembali diturunkan di laga krusial melawan Vietnam, yang berakhir kekalahan 0-3 akibat kelemahan pertahanan secara keseluruhan. Di laga penutup melawan Singapura, Cahya kembali dipercaya start, meski gol balasan lawan yang dicetak Ilhan Fandi bermula dari miskomunikasi antara dirinya dan bek Rizky Ridho, berujung skor imbang 1-1.

Herdman menegaskan bahwa keputusan rotasi didasarkan pada dinamika performa, bukan preferensi pribadi. โ€œKami ingin melihat keduanya bersaing. Nadeo adalah penjaga gawang yang sangat bagus, tetapi Cahya malam ini melakukan hampir semuanya dengan baik,โ€ ujarnya. Ia menambahkan bahwa situasi di kotak penaltiโ€”terutama saat bek terdorong ke arah kiperโ€”sangat sulit dihindari, dan kesalahan semacam itu adalah bagian dari proses pengembangan.

Kedua kiper masih berada dalam fase pramusim, dan Herdman menilai kompetisi antara mereka justru memperkuat tim secara keseluruhan. Tidak ada penjaga gawang tetap yang ditetapkan hingga akhir fase grup, dan keputusan selanjutnya akan tetap bergantung pada kondisi terkini dan respons di latihan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading