terkini24.com,- Kapten tim nasional Swiss Granit Xhaka terancam hukuman penjara hingga lima tahun atau denda besar setelah mengakui menggunakan sertifikat vaksin Covid-19 palsu pada 2022, saat masih membela Arsenal. Pihak berwenang Swiss kini sedang menyelidiki kasus ini, dan Xhaka dijadwalkan memberikan keterangan resmi pada Oktober mendatang. Ia mengaku tidak percaya pada vaksin Covid-19 dan dalam kondisi emosional yang kacau memilih memperoleh sertifikat palsu alih-alih mencari klarifikasi melalui saluran resmi. Xhaka, yang kini berusia 33 tahun, telah meminta maaf secara terbuka melalui akun Instagramnya pada 21 September, mengakui tindakannya sebagai kesalahan serius.
Dalam pernyataannya, Xhaka menjelaskan bahwa pada masa itu, sertifikat vaksinasi menjadi syarat wajib bagi pemain yang bertanding di Liga Inggris, terutama untuk memperpendek masa karantina setelah perjalanan internasional. Ia mengaku merasa ragu dan penuh kekhawatiran terhadap vaksin, namun tidak menempuh prosedur yang benar. โSaya menyadari sepenuhnya bahwa tindakan tersebut bukanlah langkah yang tepat. Ini adalah sebuah kesalahan. Saya memohon maaf,โ ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena Xhaka adalah salah satu pemain kunci tim nasional Swiss dan kapten yang dihormati. Meski tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan sanksi dari Arsenal atau federasi sepak bola, investigasi hukum di Swiss berjalan terus, dengan konsekuensi hukum yang bisa berdampak serius bagi karier dan reputasinya.

















