terkini24.com,- Inggris akan menghadapi Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 07.00 WIB, di Stadion Azteca, Mexico City, dalam laga yang menjadi ujian berat bagi pertahanan dan adaptasi fisik tim asuhan Thomas Tuchel. Setelah melaju dengan susah payah usai menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo, Three Lions masih menyimpan sejumlah kelemahan krusial, terutama di lini belakang yang kerap kebobolan akibat koordinasi buruk dan kekurangan opsi bek kanan yang stabil. Laga ini bukan hanya soal kelanjutan perjalanan di turnamen, tetapi juga ujian apakah Tuchel mampu memperbaiki struktur pertahanan sebelum menghadapi lawan tangguh di ketinggian 2.200 meter.
Pertahanan Inggris kembali menjadi sorotan setelah gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh melawan Kongo mengekspos kerapuhan koordinasi antara Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Djed Spence, yang dipaksa keluar dari posisi demi menutup celah. Jordan Pickford pun dinilai terlalu mudah ditembus, sementara Noni Madueke gagal memberi dukungan defensif. Meski dua gol Harry Kane menyelamatkan tim, perubahan taktis di babak keduaโdengan masuknya Anthony Gordon dan Eberechi Ezeโmenunjukkan adanya peningkatan aliran serangan, terutama lewat umpan silang dan permainan lebar. Tuchel mengakui bahwa penggunaan Declan Rice sebagai bek kanan darurat adalah solusi sementara, bukan jawaban jangka panjang.
Masalah bek kanan semakin kompleks akibat cedera Tino Livramento, Reece James, dan Jarell Quansah, sehingga Spence kembali dipercaya meski performanya belum konsisten. Analis Opta menilai kelemahan ini bukan hanya soal individu, tapi sistem pertahanan yang terlalu terbuka terhadap serangan balik dan serangan diagonal. Opsi menggeser Konsa ke kanan dan memasangkan John Stones bersama Guehi di tengah pun dianggap berisiko karena mengganggu stabilitas lini belakang. Sementara itu, tekanan fisik akibat ketinggian Azteca menjadi tantangan tambahan. Tuchel mengakui bahwa empat hari tidak cukup bagi pemainnya untuk beradaptasi dengan kondisi oksigen tipis, dan ini bisa menguras stamina tim di babak kedua.
Meksiko, di sisi lain, tampil sebagai salah satu tim paling solid di turnamen. Duet Johan Vasquez dan Cesar Montes belum kebobolan sepanjang Piala Dunia 2026, sementara Julian Quinonesโtop skor Liga Arab Saudi dengan 33 golโberada dalam performa terbaik, didukung pengalaman Raรบl Jimenez. Pelatih Javier Aguirre diperkirakan akan langsung menekan sejak menit awal, memanfaatkan keunggulan lokasi dan kelelahan lawan. Kolektivitas permainan El Tri terlihat jelas dari rangkaian 14 operan yang menghasilkan gol melawan Ekuador, menunjukkan chemistry yang matang. Strategi mereka diprediksi fokus pada serangan ke sisi kanan pertahanan Inggris, lalu memperkuat blok pertahanan di babak kedua untuk memanfaatkan serangan balik cepat lewat kecepatan Quinones.
Dengan segala tekanan fisik, mental, dan taktis, laga di Azteca menjadi momen krusial bagi Inggris. Tuchel tidak hanya harus memperbaiki pertahanan, tapi juga menemukan solusi jangka panjang di posisi bek kananโsebelum lawan yang lebih tangguh menunggu di perempat final.
















