terkini24.com,- Rencana perombakan skuad Manchester United di bursa transfer musim panas 2026 kandas berantakan setelah gelandang bertahan Manuel Ugarte mengalami cedera ligamen lutut parah saat membela Uruguay di laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Spanyol itu tak hanya mengakhiri harapan Uruguay di turnamen, tetapi juga menghancurkan rencana finansial Setan Merah.
Ugarte, yang dibeli dari Paris Saint-Germain pada 2024 dengan harga tinggi, sejak lama dianggap sebagai aset yang bisa dilepas demi menutupi defisit anggaran. MU berharap bisa mengantongi 30 juta euro dari penjualannya, uang yang direncanakan untuk membeli empat hingga lima pemain baru, terutama di lini tengah. Namun, cedera serius yang dideritanya di Stadion MetLife, New Jersey, pada 25 Juni 2026, membuat nilai jualnya anjlok drastis.
Klub-klub yang sebelumnya tertarik kini mundur. Pemain berusia 25 tahun itu diprediksi akan absen selama tujuh hingga sembilan bulan, membuatnya tidak bisa langsung berkontribusi bagi calon pembeli. Dengan demikian, MU terpaksa menunda penjualan Ugarte hingga musim panas 2027โsebuah keterlambatan yang mengganggu rencana transfer dan strategi keuangan klub.
Sementara itu, MU tetap bergerak cepat di pasar. Klub telah mengamankan gelandang Brasil Ederson dari Atalanta dengan nilai transfer 35 juta poundsterling, yang kemungkinan akan diumumkan resmi setelah Brasil selesai berlaga di Piala Dunia. Namun, satu posisi lagi masih belum terisi. Nama-nama seperti Alex Scott, Mateus Fernandes, Aurรฉlien Tchouameni, Sander Berge, dan Carlos Baleba terus menjadi bahan pertimbangan, meski tanpa dana segar dari penjualan Ugarte, proses ini menjadi jauh lebih rumit.
Kerugian yang ditanggung MU bukan hanya soal uang. Cedera Ugarte juga memperburuk citra klub yang dianggap gagal mengelola risiko pemain yang dipinjamkan ke tim nasional. Padahal, MU sudah bersiap menerima kerugian finansial dalam penjualan Ugarteโkarena harga belinya jauh lebih tinggi. Kini, mereka berisiko kehilangan seluruh potensi keuntungan, bahkan harus menanggung biaya perawatan dan gaji pemain yang tak bisa bermain selama berbulan-bulan.
Dengan kekalahan finansial ini, manajemen MU kini dihadapkan pada pilihan sulit: menahan Ugarte lebih lama sambil memperbaiki performa tim, atau menjualnya dengan harga jauh di bawah harapan di masa depan. Apapun keputusannya, tragedi di Piala Dunia 2026 telah meninggalkan luka mendalamโbukan hanya bagi Uruguay, tapi juga bagi salah satu raksasa sepak bola Eropa.

















