terkini24.com,- Menjelang MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, pembalap Ducati Marc Marquez menyampaikan kritik tajam terhadap isu team order yang kian santer menghiasi balapan MotoGP 2026. Dengan hanya lima balapan tersisa, persaingan gelar juara antara Marquez dan rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, semakin panas—terutama setelah tim asal Italia itu mendominasi empat besar di MotoGP Mandalika 2026.
Marquez, tujuh kali juara dunia MotoGP, menegaskan bahwa kecepatan sejati tak butuh instruksi tim. “Jika Anda memiliki kecepatan, Anda tidak memerlukan team order. Jika Anda tidak memiliki kecepatan, barulah Anda membutuhkan itu,” ujarnya dalam wawancara dengan Crash. Ia menolak tergoda oleh spekulasi bahwa Aprilia mungkin mengatur strategi antarpembalap demi menghentikan laju Ducati. “Saya fokus pada diri sendiri. Saya berusaha memberikan 100 persen kemampuan saya,” tegasnya.
Komentar Marquez muncul di tengah laporan bahwa manajemen Aprilia menggelar pertemuan internal untuk membahas taktik tim, termasuk kemungkinan mengarahkan pembalap lain—seperti Marco Bezzecchi—untuk mendukung Martin yang kini memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin. Manajer Ducati Davide Tardozzi mengakui strategi itu wajar, bahkan mengaku akan melakukan hal serupa jika berada di posisi Aprilia. “Mereka punya hak memberi perintah. Saya yakin mereka akan melakukannya. Di masa lalu, kami pun pernah melawan pembalap satelit demi kepentingan tim.”
Dominasi Aprilia semakin terlihat setelah keempat pembalapnya—Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Ai Ogura—menempati empat besar di Mandalika, sementara Ducati hanya mampu menempatkan Marquez di posisi keenam. Dengan balapan penentu di Phillip Island tinggal beberapa hari lagi, tekanan psikologis dan strategis semakin mengental—tapi Marquez memilih menjawabnya dengan kecepatan, bukan kata-kata.

















