Terkini24.com,- Timnas Prancis melanjutkan dominasinya di Piala Dunia 2026 dengan menaklukkan Swedia 3-0 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, pada Selasa malam, 1 Juli 2026. Kemenangan meyakinkan ini mengantarkan Les Bleus melangkah ke babak 16 besar, sekaligus memperkuat status mereka sebagai salah satu kandidat juara terberat turnamen.
Gol pertama dicetak oleh Bradley Barcola pada menit ke-12, setelah memanfaatkan umpan silang sempurna dari sisi kanan pertahanan Swedia. Gol itu membuka jalan bagi dominasi penuh Prancis, yang langsung menguasai tempo permainan dan membatasi ruang gerak tim Skandinavia itu.
Swedia, yang mengandalkan serangan balik cepat, nyaris tak mampu menciptakan peluang berarti. Lini belakang Prancis yang dikomandoi Dayot Upamecano dan Jules Koundé tampil kaku dan terorganisir, sementara kiper Mike Maignan nyaris tak perlu bekerja keras.
Memasuki babak kedua, Kylian Mbappe menunjukkan mengapa ia dijuluki “Bintang Masa Depan” di usia 27 tahun. Pada menit ke-53, ia menerima umpan matang dari Michael Olise di sisi kiri kotak penalti, lalu menyelesaikannya dengan tendangan datar yang tak bisa dihentikan oleh kiper Robin Olsen. Dua menit kemudian, Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor—kali ini setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Aurélien Tchouaméni, lalu menghindari dua pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang.
Brace Mbappe ini mengukuhkan catatan impresifnya di Piala Dunia: 18 gol dalam 18 penampilan, hanya terpaut satu gol dari rekor Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen empat tahunan itu. Ia juga menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak brace di dua turnamen berbeda sejak usia 20 tahun.
Pelatih Didier Deschamps memuji timnya setelah laga. “Ini adalah performa tim yang utuh. Kami tidak hanya menang, tapi kami mengendalikan permainan dengan cara yang elegan,” ujarnya.
Di babak 16 besar, Prancis akan menghadapi Paraguay, tim yang melaju setelah menang adu penalti atas Kolombia. Duel itu diprediksi akan menjadi ujian besar, mengingat gaya permainan fisik dan disiplin taktis tim Amerika Latin.
Sementara itu, Swedia harus pulang lebih awal, meski tetap mendapat pujian atas semangat juangnya. Pelatih Jonas Olsson mengakui keunggulan lawan: “Prancis adalah tim yang sangat lengkap. Kami berjuang, tapi hari ini mereka lebih baik di semua aspek.”
Dengan kemenangan ini, Prancis menunjukkan bahwa mereka bukan hanya tim dengan bintang-bintang besar, tapi juga tim yang mampu bermain sebagai satu kesatuan—dan siap mengejar gelar juara dunia untuk kedua kalinya sejak 2018.

















