terkini24.com,- Semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol akan mempertemukan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal di Dallas Stadium pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar laga antar tim unggulan, tetapi juga puncak rivalitas pribadi yang telah berlangsung sejak 2023, dengan Yamal unggul 8-2 dalam 10 pertemuan langsung tanpa hasil imbang.
Sejak pertama kali berhadapan di perempat final Liga Champions 2023-2024, Yamal—yang saat itu baru debut bersama Barcelona—telah mengalahkan Mbappe delapan kali dalam berbagai kompetisi, termasuk semifinal Euro 2024 dan UEFA Nations League 2025. Meski Mbappe mencatatkan sembilan gol dan dua assist, lebih banyak dari enam gol dan tiga assist milik Yamal, tim yang dibela Mbappe justru sering kalah dalam duel langsung tersebut. Keduanya juga saling berhadapan dalam tiga laga El Clasico musim 2025-2026, di mana Barcelona menang dua kali, termasuk final Piala Super Spanyol 2025 dan pertemuan kedua di La Liga.
Yamal, yang baru berusia 18 tahun, menjadi pemain termuda dalam sejarah Euro yang mencetak gol, saat membawa Spanyol menang 2-1 atas Prancis di semifinal Euro 2024. Ia kembali menunjukkan ketajaman di Nations League 2025 dengan dua gol dalam kemenangan 5-4 atas Prancis. Sementara Mbappe, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Piala Dunia, membawa Les Bleus lolos ke semifinal setelah mengalahkan Swedia, Paraguay, dan Maroko. Meski hanya mencetak satu gol di Piala Dunia 2026, kontribusi Yamal bagi permainan kolektif Spanyol dinilai krusial, terutama setelah La Roja hanya kebobolan sekali sepanjang turnamen.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan timnya memiliki kepercayaan diri tinggi setelah dua kali mengalahkan Prancis dalam turnamen besar. “Wajar jika kami yakin bisa mengalahkan mereka. Saya rasa mereka juga sama khawatirnya,” ujarnya. Sementara Yamal menegaskan, “Kalau ada yang harus takut, itu mereka. Kami yang pernah menyingkirkan mereka.”
Dengan catatan head-to-head yang jelas, laga ini menjadi panggung terbesar bagi rivalitas generasi—antara sang legenda yang masih berapi-api dan sang muda yang terus menulis sejarah.
















