Terkini24.com,- Pertandingan antara Paris Saint-Germain dan Barcelona di Stadion Parc des Princes, Rabu (21/10) WIB, berakhir dengan kemenangan 4-2 bagi tuan rumah, namun meninggalkan kontroversi besar setelah suporter PSG memajang tifo bertema kekerasan. Barcelona secara resmi melaporkan tifo tersebut kepada UEFA, menyebut gambar sosok bertopeng dengan gergaji mesin berlumuran darah yang menghancurkan logo klub sebagai pesan provokatif yang melanggar prinsip fair play.

Tifo itu diperkuat dengan efek piroteknik yang menciptakan ilusi percikan api, serta koreografi penonton yang dinilai melebihi batas rivalitas olahraga. Barcelona menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang untuk persaingan sehat dan saling menghormati, bukan ajang menyebarkan kebencian atau kekerasan. UEFA, melalui Pasal 16 Regulasi Disiplin, jelas melarang penggunaan simbol, gambar, atau gestur yang memicu kekerasan, dan kemungkinan besar PSG akan menghadapi sanksi disiplin atas insiden ini.

Kemenangan 4-2 PSG menjadi kekalahan pertama Barcelona di semua kompetisi musim ini, sekaligus mengakhiri rentetan 11 kemenangan beruntun mereka. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui timnya masih memiliki kekurangan, meski fokus utama pasca-laga justru tertuju pada perilaku di tribun, bukan hasil di lapangan.

Baca Juga:

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading