terkini24.com,- Lautaro Martínez dan Julián Álvarez gagal mencetak gol signifikan di Piala Dunia 2026, memaksa timnas Argentina mengandalkan Lionel Messi sebagai satu-satunya ancaman serangan. Dari delapan gol tim Tango, enam dicetak langsung oleh Messi, sementara dua penyerang andalan itu baru mampu menyumbang satu gol—dari titik penalti melawan Yordania.
Meski keduanya menjadi pencetak gol terbanyak di klub masing-masing musim lalu—Martínez dengan 22 gol bersama Inter Milan dan Álvarez dengan 20 gol bersama Atlético Madrid—performa mereka di panggung dunia justru lesu. Gol tunggal Martínez yang dicetak saat laga terakhir fase grup, saat Messi duduk di bangku cadangan, menjadi satu-satunya kontribusi mereka dalam delapan laga turnamen ini. Beban besar untuk mengurangi beban Messi yang kini berusia 39 tahun tak terwujud, membuat tim asuhan Lionel Scaloni semakin terpaku pada kebrilian sang kapten.
Dengan Argentina yang masih bertahan di babak 16 besar, pertanyaan besar muncul: apakah keduanya akan bangkit di babak gugur, atau apakah Messi harus terus menjadi tulang punggung serangan tanpa bantuan yang memadai? Di tengah tekanan besar dan usia yang tak lagi muda, kegagalan tandem ini untuk menunjukkan ketajaman di level internasional menjadi titik lemah paling mengkhawatirkan bagi tim juara bertahan.
















