Terkini24.com,- Pertandingan Timnas Indonesia melawan Timor Leste dalam lanjutan Grup A Piala AFF 2026 berakhir dengan kemenangan 3-0, tetapi gol pertama baru tercipta di menit ke-74. Pengamat sepak bola Tommy Welly atau Bung Towel menjelaskan bahwa kesulitan Garuda membongkar pertahanan lawan berasal dari strategi low block yang diterapkan Timor Leste secara disiplin, meski sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-21.
Bung Towel menilai, permainan Indonesia di babak pertama terlalu banyak mengandalkan passing datar tanpa ada upaya menerobos garis pertahanan lawan. Pemain-pemain depan jarang berani melakukan duel satu lawan satu atau menciptakan kombinasi satu-dua yang memecah kekompakan pertahanan lawan. Ia menekankan bahwa ketiadaan pemain yang berani masuk ke kotak penalti membuat serangan Timnas Indonesia terasa datar dan mudah dibaca.
Perubahan signifikan baru terlihat setelah pelatih John Herdman melakukan pergantian pemain. Masuknya Ragnar Oratmangoen dan Dony Tri yang memiliki karakter lebih agresif dan berani menembus ruang belakang pertahanan menjadi kunci terbukanya kebuntuan. Bung Towel menambahkan bahwa pergeseran posisi Thom Haye dari depan striker kembali ke tengah lapangan juga memperkuat aliran serangan, memungkinkan ia memberikan umpan terobosan yang menentukan.
Meski menang telak, analisis Bung Towel menyoroti bahwa Timnas Indonesia masih perlu meningkatkan keberanian dan kreativitas di lini depan, terutama saat menghadapi tim yang bertahan rapat. Kemenangan ini, menurutnya, bukan indikator kesiapan penuh tim untuk menghadapi lawan-lawan kuat di fase selanjutnya.

















