terkini24.com,- Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama akan memulai balapan Moto3 Qatar 2026 dari enam posisi lebih belakang dari hasil kualifikasi setelah dikenai sanksi oleh panitia balap. Keputusan ini diumumkan resmi oleh MotoGP pada Jumat (6/11), menyusul pelanggaran yang terjadi selama sesi latihan bebas FP1 pada hari yang sama. Veda dinilai gagal menghormati sinyal bendera kuning di sektor 11, di mana ia tetap memacu motor dengan kecepatan penuh meski lintasan dinyatakan berisiko. Akibatnya, ia kehilangan enam posisi di grid start, terlepas dari hasil kualifikasi yang diraihnya pada Sabtu (7/11).

Menurut pernyataan FIM MotoGP Stewards Panel, Veda tercatat tetap mencatatkan waktu terbaik di sektor tersebut meski sinyal bendera kuning jelas terlihat. Dalam regulasi balap, bendera kuning berarti adanya potensi bahaya di lintasanโ€”para pembalap wajib mengurangi kecepatan dan siap menghindari rintangan. Pelanggaran ini tidak hanya mengurangi posisi start, tetapi juga menguji ketahanan mental dan strategi balap Veda di hari perlombaan, Minggu (8/11).

Honda Team Asia, tim yang membawa Veda, merespons dengan sikap dewasa. Melalui akun Instagram resmi, tim tersebut menyatakan dukungan penuh dan menekankan pentingnya belajar dari kesalahan. โ€œKami mengambil pelajaran, tetap fokus dan kembali lebih kuat. Ini waktunya untuk berjuang lagi,โ€ tulis tim dalam pernyataan resminya.

Dengan penalti ini, Vedaโ€”pembalap berusia 17 tahun dari Wonosariโ€”harus mengandalkan kecepatan dan ketahanan di lintasan untuk memulihkan posisinya, bukan lagi mengandalkan grid start yang optimal. Balapan Moto3 Qatar 2026 akan menjadi ujian nyata baginya untuk membuktikan ketangguhan di level internasional.

Designed with WordPress