Terkini24.com,- Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan kekecewaan atas rencana FIFA menjual saham Piala Dunia melalui program FIFA Forward Enterprise, setelah UEFA lebih dulu menolak langkah tersebut pada 28 Juli 2026. AFC menegaskan tidak pernah diajak berkonsultasi sebelum pengumuman resmi, dan menilai keputusan sebesar ini harus melalui proses tata kelola yang transparan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam pernyataan resminya pada 29 Juli 2026, AFC menyebut bahwa inisiatif komersial yang berdampak strategis terhadap masa depan sepak bola global tidak boleh diputuskan secara sepihak. Mereka menekankan bahwa sepak bola bukan aset pribadi yang bisa diperdagangkan, dan keputusan seperti ini harus didahului dialog mendalam dengan asosiasi anggota, liga, klub, serta suporter. Sikap AFC ini menguatkan protes sebelumnya dari UEFA, yang menilai rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham minoritas Piala Dunia senilai 4,2 miliar dolar AS sebagai pelanggaran prinsip dasar tata kelola olahraga.
AFC tidak menutup kemungkinan mendukung inovasi pendanaan, tetapi menegaskan bahwa setiap perubahan besar harus dibangun di atas prinsip keterbukaan, keadilan, dan konsultasi yang bermakna. Kedua konfederasiโUEFA dan AFCโmenyampaikan pesan serupa: sepak bola adalah milik bersama, bukan komoditas yang bisa dijual kepada investor swasta tanpa persetujuan komunitas global.

















