terkini24.com,- Timnas Indonesia menghadapi Kamboja dalam laga pembuka Piala AFF 2026, Senin (27/7), di Stadion Pakansari, Bogor, sebagai ujian pertama di bawah kepemimpinan pelatih baru John Herdman. Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Garuda untuk memulai misi memutus kutukan tanpa gelar dalam 15 edisi kejuaraan, meski diunggulkan berkat rekam jejak head-to-head sempurna dan dukungan publik. Herdman, pelatih asal Kanada yang sukses membawa timnasnya ke Piala Dunia 2022, membawa skuad berlapis dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda, sementara Kamboja tampil lebih berani dengan lima naturalisasi dan strategi permainan yang semakin matang. Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tapi indikator awal apakah era baru kebangkitan sepak bola Indonesia benar-benar dimulai.
Debut kompetitif Herdman di panggung Asia Tenggara dibebani harapan besar untuk mengubah narasi klasik Indonesia sebagai โspesialis runner-upโ yang telah tercatat enam kali finis di posisi kedua sejak 1996. Persiapan matang selama tiga minggu di Bali, termasuk kemenangan 3-0 atas Bali United dalam uji coba, menjadi dasar keyakinan para pemain. Nadeo Argawinata, kiper utama, menegaskan bahwa fokus utama adalah membangun koneksi tim dan menghapus beban 30 tahun tanpa gelar. Di sisi lain, Kamboja di bawah pelatih Koji Gyotoku tampil sebagai tim yang tak bisa dianggap remeh. Dengan lima pemain naturalisasi termasuk winger asal Brasil, Iago Bento, dan permainan yang lebih agresifโterbukti dari perlawanan gigih melawan Singapura dan kemenangan 4-0 atas BhutanโPasukan Angkor siap mempermalukan favorit di kandang sendiri.
Rekam jejak Indonesia atas Kamboja memang tak terkalahkan dalam enam pertemuan sebelumnya, termasuk kemenangan telak 8-0 pada 2004 dan 4-0 pada 2008. Namun, tren menurunnya margin kemenangan menjadi alarm: pada Piala AFF 2022, Garuda hanya menang tipis 2-1. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa dominasi masa lalu tak lagi otomatis terulang. Herdman sendiri dikabarkan telah menyiapkan skema khusus untuk menghadapi kekuatan naturalisasi lawan, terutama di Grup A yang kini dipimpin Vietnam usai menang 7-0 atas Timor Leste. Kehilangan Marselino Ferdinan akibat benturan latihan dan kemungkinan absennya Justin Hubner karena izin klub menjadi tantangan tambahan bagi tim tuan rumah.
Diprediksi, susunan pemain Indonesia akan mengandalkan Nadeo di gawang, duet Rizky Ridho dan Jordi Amat di belakang, serta lini tengah yang dikendalikan Ivar Jenner dan Thom Haye. Di depan, Ragnar Oratmangoen dan Egy Maulana Vikri menjadi ujung tombak serangan. Meski memiliki keunggulan dari segi kedalaman skuad dan dukungan suporter, konsistensi taktik menjadi kunci utama, mengingat mayoritas pemain masih bermain di kompetisi domestik. Stadion Pakansari yang menjadi markas sementara timnas diharapkan bisa menjadi kekuatan tambahan, namun Herdman sendiri telah menyoroti perbedaan atmosfernya dibandingkan GBK. Laga ini bukan penentu juara grup, tapi pengukur sejati: apakah Indonesia mampu bermain dengan dominasi sejati, atau sekadar bertahan di bawah tekanan sejarah yang sama.
















