Terkini24.com,- Manchester United mencatat kerugian bersih 43 juta poundsterling (sekitar Rp1,03 triliun) untuk tahun finansial berakhir 30 Juni 2026, menjadi kerugian ketujuh berturut-turut sejak 2019. Beban tambahan sebesar 8,2 juta poundsterling (Rp196 miliar) muncul dari biaya pemutusan hubungan kerja pelatih Ruben Amorim dan proses restrukturisasi internal. Angka ini naik dari kerugian 33 juta poundsterling pada periode sebelumnya, meski masih berada dalam batas regulasi keberlanjutan Premier League.

Klub yang kini dikelola di bawah kendali miliarder Jim Ratcliffe terus menjalani serangkaian langkah penghematan, termasuk pemotongan tenaga kerja dan kenaikan harga tiket, demi menstabilkan keuangan. Meski merugi secara konsisten sejak 2019โ€”setelah sempat untung pada 2017 dan 2018โ€”Manchester United tetap memenuhi syarat Profitability and Sustainability Regulations (PSR) yang membatasi kerugian maksimal 105 juta poundsterling dalam tiga tahun, dengan pengecualian untuk investasi akademi, sepak bola wanita, dan kegiatan sosial.

Di tengah tekanan finansial, CEO Omar Berrada menegaskan komitmen klub untuk menjaga keberlanjutan keuangan melalui pendekatan disiplin. Pada sisi positif, Manchester United memproyeksikan pendapatan tahun finansial 2027 akan mencapai rekor baru, antara 740 juta hingga 760 juta poundsterling (Rp17,67 triliunโ€“Rp18,15 triliun), didorong oleh pencapaian finis ketiga di Premier League dan kualifikasi Liga Champions musim lalu di bawah pelatih Michael Carrick.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading