terkini24.com,- Pada Rabu, 5 Agustus, Nova Widianto resmi ditunjuk sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI di Cipayung. Mantan juara dunia dan olimpiade ini mengambil alih tugas krusial membangun kembali kejayaan ganda campuran Indonesia, yang kini tak memiliki wakil di 10 besar peringkat BWF. Dengan pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih, Nova dipercaya mampu membangkitkan tim yang sejak masa Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terus mengalami penurunan signifikan.

Sejak pensiunnya pasangan legenda itu, Indonesia belum lagi melahirkan ganda campuran elite. Pasangan terakhir yang sempat bersaing di level atas dunia, Praveen Jordan/Melati Daeva, kini tak lagi aktif di kancah internasional. Saat ini, pasangan tertinggi peringkat BWF adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu di posisi 13, diikuti Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (20) dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata (23). Tanpa satu pun wakil di 10 besar, tantangan Nova bukan sekadar memperbaiki teknik, tapi membangun ulang sistem dan mentalitas dari dasar.

Waktu yang tersisa pun sangat terbatas. Race to Olympics 2024 sudah di ambang pintu, dan Indonesia belum memiliki pasangan yang siap bersaing untuk tiket Olimpiade. Nova harus segera mengidentifikasi bakat, membangun sinergi baru, dan menanamkan disiplin tinggi dalam waktu singkat. Namun, ia bukanlah sosok tanpa bekal. Sebelum kembali ke Indonesia, Nova pernah sukses membimbing ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, menjadi juara duniaโ€”bukti bahwa ia mampu mengubah tim yang tertinggal menjadi juara.

Kini, seluruh harapan bulu tangkis Indonesia kembali berpaut pada nama yang pernah menjadi simbol kejayaan. Nova Widianto kembali ke Cipayung, bukan sebagai legenda yang dihormati, tapi sebagai arsitek yang harus membangun kembali istana yang runtuh.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading