terkini24.com,- Piala Presiden 2026 resmi dimulai pada 25 Juli 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dengan laga pembuka antara Persib Bandung dan Arema FC. Turnamen pramusim ini diikuti delapan tim—enam klub Indonesia dan dua tim asing—dengan tujuan memperkuat daya saing sepakbola Tanah Air di kancah internasional.
Ajang yang berlangsung hingga 6 Agustus 2026 ini diikuti oleh Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, PSMS Medan, Port FC (Thailand), Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM (Brunei). Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan, kehadiran tim-tim asing bukan sekadar hiburan, melainkan alat ukur kompetensi klub-klub Indonesia. Port FC, runner-up Liga Thailand 2025, dan Tampines Rovers, juara kedua Liga Singapura, menjadi lawan uji coba yang relevan bagi tim-tim yang akan berlaga di Liga Champions Asia.
Ketua Panitia Pelaksana Tsamara Amany menekankan bahwa turnamen ini dirancang untuk membangun budaya suporter yang sehat, sebagaimana terlihat dari antusiasme 24 ribu penonton di laga pembuka yang berjalan tertib. Sementara Ketua Steering Committee Maruarar Sirait menegaskan, Piala Presiden 2026 menjadi bagian dari upaya memulihkan citra sepakbola Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan, dengan menekankan pentingnya keamanan, tata kelola, dan tanggung jawab bersama antara klub, operator, dan suporter.
Turnamen ini juga memberikan insentif finansial besar: juara mendapat hadiah Rp6 miliar, seluruhnya berasal dari donasi swasta tanpa menggunakan anggaran negara atau BUMN. PwC melakukan audit independen untuk memastikan transparansi. Selain itu, Piala Presiden 2026 menjadi pemicu ekonomi lokal, dengan melibatkan UMKM di sektor kuliner, transportasi, dan perhotelan, menciptakan efek berganda bagi masyarakat sekitar venue pertandingan.
Dengan menggabungkan aspek teknis, sosial, dan ekonomi, Piala Presiden 2026 hadir bukan hanya sebagai ajang persiapan musim, tetapi sebagai model baru pengelolaan sepakbola Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis industri.
















