terkini24.com,- Menjelang dimulainya musim 2026/2027, Ruben Amorim memperkenalkan formasi 3-4-2-1 yang lebih agresif di AC Milan, sementara Cristian Chivu memilih mempertahankan fondasi taktik Simone Inzaghi di Inter Milan dengan sejumlah penyempurnaan. Kedua pelatih membawa pendekatan berbeda yang diprediksi bakal menciptakan duel taktik menarik dalam Derby della Madonnina musim depan.

Amorim, yang sebelumnya menggunakan sistem 3-5-2, kini menekankan dominasi bola dan serangan berlapis di Rossoneri. Goncalo Ramos diproyeksikan sebagai ujung tombak, dengan Christian Pulisic dan Christopher Nkunku mengisi peran di belakangnya. Di lini tengah, Ardon Jashari bersaing ketat dengan Luka Modric untuk mendapatkan tempat utama, sementara Francesco Camarda, Andrej Kostic, Samuel Chukwueze, dan Alexis Saelemaekers menjadi pilihan alternatif dalam skema serangan.

Berbeda dengan AC Milan, Inter Milan tidak mengubah struktur utama permainan. Chivu tetap mempertahankan filosofi yang dibangun pendahulunya, dengan penambahan pemain seperti Andy Diouf dan Alexander Stankovic yang diarahkan untuk mengisi peran serupa dengan pemain yang telah pergi. Kedua tim, meski berbeda pendekatan, sama-sama menyiapkan wajah baru untuk menghadapi tantangan Serie A musim depan.

Media Italia La Gazzetta dello Sport menyebut persaingan antara keduanya sebagai โ€œDerby of crazy ideasโ€ โ€” sebuah gambaran tepat atas perbedaan gaya yang akan memeriahkan laga antar-rival sekota.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading