terkini24.com,- Legenda Manchester United, Paul Scholes, mengecam keras Bruno Fernandes dan Luke Shaw usai timnya dikalahkan 0-2 oleh Hull City pada laga pembuka Liga Inggris, Sabtu (22/8). Kekalahan itu semakin memperburuk situasi Setan Merah yang tumbang di kandang lawan dari tim promosi, dengan kedua gol berasal dari situasi bola mati. Fernandes mengeluh soal kurangnya pressing tinggi dan kelemahan pertahanan set-piece, sementara Shaw menyalahkan persiapan tim yang dinilai kurang maksimal. Scholes menanggapi komentar-komentar itu dengan tajam, menyebut Fernandes tak punya hak mengkritik sementara performanya sendiri tak memuaskan, dan menilai pernyataan Shaw sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap pelatih Michael Carrick.

Scholes menekankan bahwa dalam era kejayaan MU di bawah Sir Alex Ferguson, para pemain tidak pernah berani menyalahkan pelatih secara terbuka. โ€œJika kami bilang โ€˜kami tidak siapโ€™ di depan Sir Alex, kami akan langsung dimalukan di hadapan seluruh tim,โ€ ujarnya. Ia menilai sikap Fernandes dan Shaw mencerminkan pergeseran budaya di dalam klub, di mana kritik publik dari pemain kini dianggap sebagai hal biasa, padahal seharusnya menjadi masalah serius yang ditangani secara internal.

Selain itu, mantan striker Premier League Dion Dublin mendukung kritik Scholes. Dublin menilai Carrick kini menghadapi tantangan terberat: memutus hubungan personal yang terlalu dekat dengan para pemain setelah resmi menjadi pelatih tetap. โ€œDia bukan lagi rekan satu tim. Sekarang dia pelatih. Tidak ada lagi โ€˜mau minum bir bareng?โ€™ atau โ€˜bagaimana kabarmu, kawan?โ€™,โ€ ujar Dublin. Menurutnya, otoritas pelatih harus ditegakkan tanpa kompromi, bukan dengan gaya kekeluargaan yang justru melemahkan disiplin tim.

Baca Juga:

Kekalahan ini membuat Manchester United terpuruk di posisi ke-16 klasemen Premier League, memaksa manajemen dan pelatih segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum kekalahan beruntun menghancurkan momentum musim.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading