terkini24.com,- Shakhtar Donetsk berencana menjadikan Stamford Bridge sebagai kandang sementara mereka selama musim Liga Champions 2026/2027, menyusul ketidakmungkinan menggunakan stadion asli mereka di Donetsk sejak 2014. Negosiasi antara klub Ukraina itu dan Chelsea tengah berlangsung, dengan opsi penggunaan stadion di London menjadi solusi logistik dan simbolis bagi tim yang telah bertahan di pengasingan selama lebih dari satu dekade.

Sejak konflik di timur Ukraina meletus, Shakhtar terpaksa menggelar laga domestik di Kyiv dan Lviv, sementara pertandingan Eropa mereka biasanya diselenggarakan di negara-negara tetangga seperti Jerman, Slovenia, atau Polandia. Kini, pilihan bermain di Inggris muncul sebagai alternatif strategis. Selain Stamford Bridge, Craven Cottage milik Fulham dan Gtech Community Stadium milik Brentford juga masuk daftar pertimbangan, tetapi stadion milik Chelsea tetap menjadi pilihan utama karena kapasitasnya yang mencapai 40.000 kursiโ€”memungkinkan penjualan tiket lebih besar, terutama saat menghadapi tim-tim besar di fase grup.

Keputusan ini bukan semata-mata didorong oleh keuntungan komersial. Lebih dari 100.000 warga Ukraina tinggal di Inggris, dengan 32.000 di antaranya berada di London, menciptakan basis pendukung alami. Hubungan erat antara Shakhtar dan Chelsea juga diperkuat setelah transfer Mykhailo Mudryk pada 2023, serta laga amal untuk Ukraina yang pernah digelar di Stamford Bridge tiga tahun lalu. Dengan Chelsea tidak ikut bersaing di Liga Champions musim ini setelah finis ke-10 di Premier League 2025/2026, jadwal penggunaan stadion dianggap tidak bertabrakan.

Baca Juga:

Namun, rencana ini masih menunggu persetujuan resmi dari UEFA dan otoritas lokal sebelum menjadi kenyataan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading