terkini24.com,- Argentina dan Spanyol berhasil melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menempuh perjalanan berbeda di turnamen ini, dengan laga puncak dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin dinihari, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Tim asuhan Lionel Scaloni melewati fase gugur dengan bertahan dalam tekanan, sementara Spanyol di bawah Luis de la Fuente tampil konsisten dengan permainan terorganisasi dan penguasaan bola yang efektif.
Argentina, sebagai juara bertahan, lolos dari Grup J dengan sempurna setelah mengalahkan Austria, Aljazair, dan Yordania. Namun, di fase gugur, mereka harus bangkit dari ketinggalan di tiga pertandingan berturut-turut: menang 3-2 atas Tanjung Verde, membalikkan keadaan menjadi 3-2 melawan Mesir, dan menang 3-1 setelah tambahan waktu melawan Swiss dengan 10 pemain. Di semifinal, Argentina menang 2-1 atas Inggris setelah tertinggal lebih dahulu, menunjukkan ketahanan mental yang menjadi ciri khas mereka. Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan delapan gol hingga semifinal.
Sementara itu, Spanyol tampil lebih stabil sejak fase grup. La Roja mengandalkan sirkulasi cepat, organisasi pertahanan ketat, dan permainan kolektif yang terukur. Mereka menang 3-0 atas Austria di babak 32 besar, menang tipis 1-0 atas Portugal di 16 besar, menang 2-1 atas Belgia di perempat final, dan mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal tanpa pernah terancam kekalahan. Permainan mereka tidak selalu dominan secara skor, tetapi selalu mengendalikan ritme dan menghindari kesalahan fatal.
Final ini juga menjadi pertemuan strategis antara dua pelatih dengan hubungan personal. Luis de la Fuente pernah menjadi mentor Lionel Scaloni saat mengikuti kursus lisensi UEFA Pro di Ciudad del Futbol pada 2017. Scaloni mengakui pengaruh besar De la Fuente terhadap perkembangan kepelatihannya, sementara De la Fuente secara terbuka memuji kualitas sang mantan murid.
Dua filosofi berbeda akan saling berhadapan: Argentina yang mengandalkan pengalaman, mental juara, dan efektivitas kontra, melawan Spanyol yang mengandalkan kontrol permainan, ketajaman passing, dan disiplin taktis. Keduanya sama-sama layak menembus final, namun hanya satu yang bisa mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

















