terkini24.com,- Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, menyatakan bahwa jeda hidrasi tiga menit di tengah setiap babak Piala Dunia 2026 tidak memengaruhi hasil pertandingan, meski menuai kritik luas. FIFA berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah turnamen berakhir untuk menentukan masa depan kebijakan ini. Jeda yang diterapkan secara seragam di semua pertandingan, termasuk di stadion beriklim dingin, bertujuan menjaga kesehatan pemain di tengah tekanan fisik ekstrem.
Wenger, yang dikenal sebagai mantan pelatih Arsenal, menegaskan bahwa dari pengamatan langsung, jeda hidrasi tidak mengubah dinamika atau outcome pertandingan. Ia menekankan bahwa kebijakan ini lahir dari pertimbangan medis, bukan kepentingan komersial, meski penyiar diperbolehkan menayangkan iklan selama jeda tersebut dengan batasan ketat—harus kembali ke siaran langsung 30 detik sebelum pertandingan dilanjutkan. Pelanggaran oleh penyiar seperti Fox, yang kembali siaran hanya 10 detik setelah bola bermain, menjadi catatan tersendiri.
Kebijakan ini memicu perdebatan sengit di kalangan pelatih dan penggemar. Pelatih Uruguay Marcelo Bielsa menjadi salah satu suara paling vokal yang menilai jeda hidrasi merusak aliran alami sepak bola dan mengubah pertandingan menjadi empat kuarter. Namun, Wenger menegaskan bahwa FIFA bertanggung jawab atas kesejahteraan atlet, terutama di lokasi dengan suhu tinggi seperti Kansas City, tempat jeda hidrasi terlihat paling jelas dalam laga Kolombia vs Ghana.
Meski mendapat sorotan negatif, keputusan akhir tentang kelangsungan jeda hidrasi akan ditentukan setelah analisis data komprehensif pasca-Piala Dunia 2026. FIFA belum memutuskan apakah kebijakan ini akan dipertahankan di turnamen mendatang.
















