terkini24.com,- Pertemuan memikat menanti di babak 16 besar Piala Dunia 2026, ketika tim raksasa Brasil menghadapi kejutan Eropa, Norwegia, di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Kedua tim kembali saling berhadapan setelah 28 tahun, setelah terakhir kali bertemu di fase grup Piala Dunia 1998, ketika Norwegia mengejutkan Brasil dengan kemenangan 2-1—meski pada akhirnya Samba tetap melangkah hingga final.

Norwegia, yang dikenal sebagai “The Vikings”, berhasil melaju ke babak gugur setelah menaklukkan Pantai Gading 2-1 di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (1/7/2026). Gol Antonio Nusa di menit ke-39 membawa mereka unggul, sebelum Amad Diallo menyamakan kedudukan di menit ke-74. Namun, kehebatan Erling Haaland sekali lagi menjadi penentu: golnya di menit ke-86 mengantarkan tim asuhan Lars Lagerbäck lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2002.

Sementara itu, Brasil menunjukkan ketangguhan klasiknya dengan mengalahkan Jepang 2-1 dalam laga seru di Grup C. Dengan kemenangan itu, tim asuhan Carlo Ancelotti mengakhiri fase grup sebagai runner-up, mengungguli Maroko berdasarkan selisih gol, dan melaju tanpa kehilangan konsistensi meski sempat kesulitan menghadapi serangan cepat Tim Mikado.

Baca Juga:

Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa. Sejarah mengingatkan bahwa Norwegia pernah menorehkan keajaiban melawan Brasil di Prancis 1998, tetapi sejak saat itu, Samba tetap menjadi simbol dominasi di pentas dunia. Kini, dengan Haaland yang tampil sebagai mesin gol dan skuad Brasil yang dipadati bakat muda seperti Endrick dan Vinícius Jr., pertandingan ini diprediksi menjadi laga spektakuler antara kecepatan dan kekuatan.

Dengan jadwal yang ditetapkan pukul 03.00 WIB, ribuan fans dari kedua negara memadati stadion, sementara jutaan penonton di seluruh dunia menanti apakah sejarah akan berulang—atau Brasil akan membuktikan kembali bahwa mereka adalah kekuatan abadi di Piala Dunia.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading