Terkini24.com,- Timnas Brasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Senin, 29 Juni 2026, setelah tertinggal lebih dulu. Namun, keputusan pelatih Carlo Ancelotti untuk tidak memainkan Neymar sejak menit pertama justru menjadi titik balik strategis yang menentukan jalannya laga.
Ancelotti, yang memercayakan Matheus Cunha sebagai starter di lini depan, sengaja menyimpan sang bintang di bangku cadangan. Keputusan ini sempat menuai tanya dari para pengamat, mengingat Neymar adalah pemain paling berpengalaman dan paling berbahaya di skuad Selecao. Namun, di balik keberhasilan Brasil bangkit dari ketinggalan, pelatih asal Italia itu membuka rahasia taktisnya.
โKami tidak memainkan Neymar di awal karena kami ingin mengubah dinamika permainan setelah jeda,โ ujar Ancelotti usai laga. โJepang sangat disiplin di babak pertama. Mereka menutup ruang, menghalangi umpan-umpan pendek, dan membuat kami kesulitan menembus pertahanan. Jika kami memaksakan permainan cepat dengan Neymar di awal, kami justru akan kehilangan kendali.โ
Alih-alih mengandalkan kecepatan individu, Ancelotti memilih pendekatan sistematis. Brasil memperbanyak umpan silang dari sisi sayap, memanfaatkan kecepatan Vinicius Jr. dan Rodrygo, serta membangun serangan melalui pergerakan tanpa bola. Hasilnya, Casemiro menyamakan kedudukan pada menit ke-67, diikuti gol kemenangan Gabriel Martinelli pada menit ke-90+5.
Ancelotti juga menekankan pentingnya kesabaran. โSaat turun minum, saya bilang kepada pemain: jangan panik. Jangan terburu-buru. Jepang akan kelelahan. Dan ketika mereka lelah, ruang akan muncul. Kami hanya perlu menunggu momen itu.โ
Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi bahwa Neymar sengaja diistirahatkan karena cedera atau kondisi fisik. Tidak ada indikasi cedera. Neymar tetap berada di bangku cadangan hingga menit ke-70, baru masuk sebagai pengganti untuk memberi sentuhan kreatif di fase akhir. Ia bermain selama 20 menit terakhir, namun tidak menciptakan peluang signifikanโkarena peran utamanya bukan untuk mencetak gol, melainkan mengacaukan ritme pertahanan Jepang yang sudah kelelahan.
Kemenangan ini membawa Brasil lolos ke babak 16 besar, sekaligus menegaskan filosofi Ancelotti: menang bukan soal siapa yang bermain, tapi bagaimana permainan diatur.
Dengan keputusan ini, Ancelotti kembali membuktikan diri sebagai salah satu pelatih terbaik di duniaโyang tak takut membuat keputusan kontroversial demi kepentingan tim. Neymar mungkin tidak bermain sejak awal, tapi Brasil tetap menang. Dan itu, menurut sang pelatih, adalah yang paling penting.
















