terkini24.com,- Chelsea kembali menggencarkan upaya perekrutan di bursa transfer musim panas 2026, kali ini dengan fokus pada gelandang berpengalaman Granit Xhaka dari Sunderland. Pemain berusia 34 tahun itu menjadi target utama pelatih Xabi Alonso, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengannya di Bayer Leverkusen—kala itu Xhaka menjadi tulang punggung tim yang menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal 2023/2024 tanpa terkalahkan.
Alonso meyakini Xhaka bukan hanya sekadar pemain yang mampu mengatur tempo permainan, tetapi juga sosok yang bisa menjadi mentor bagi generasi muda Chelsea di lini tengah. Kepemimpinan Xhaka sebagai kapten Sunderland, serta kontribusinya membawa tim asal Inggris Timur finis ketujuh di Premier League 2025/2026 dan lolos ke Liga Europa, semakin memperkuat nilai strategisnya bagi The Blues.
Namun, proses perekrutan ini tidak mudah. Sunderland mengikat Xhaka dengan kontrak hingga 2028, dan mematok harga transfer sekitar 20 juta euro. Meski demikian, Chelsea dikabarkan enggan membayar mahal untuk pemain sepuh, terutama mengingat kebutuhan mendesak akan pengganti Enzo Fernandez yang kemungkinan besar akan hengkang ke Real Madrid.
Dengan situasi yang penuh tekanan di lini tengah, Chelsea berusaha memanfaatkan hubungan pribadi Alonso dengan Xhaka sebagai jembatan negosiasi. Jika berhasil, kedatangan Xhaka bukan sekadar solusi jangka pendek, tapi investasi berupa kepemimpinan, pengalaman, dan stabilitas di tengah tim yang sedang membangun identitas baru.
Sunderland sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan melepaskan sang kapten, terutama setelah musim lalu membuktikan diri sebagai salah satu tim promosi paling mengesankan di Premier League. Namun, dengan tekanan finansial dan kebutuhan Chelsea yang mendesak, perundingan bisa saja berjalan di balik layar—dan siapa tahu, Xhaka bisa kembali berseragam biru, kali ini untuk Chelsea.
















