Terkini24.com,- FIFA mengakui penggunaan VAR untuk mengoreksi kesalahan identitas pemain dalam keputusan kartu merah terhadap Breel Embolo saat laga Swiss kontra Argentina pada perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan wasit Joao Pinheiro yang awalnya memberi kartu kuning kepada Leandro Paredes, lalu mengubahnya menjadi kartu merah untuk Embolo setelah peninjauan VAR, menjadi sorotan global.

Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) sebelumnya menyatakan bahwa VAR hanya boleh digunakan untuk mengidentifikasi pemain pelanggar, bukan mengubah keputusan terkait pelanggaran itu sendiri. Namun, FIFA menegaskan bahwa dalam kasus ini, wasit melakukan koreksi faktual karena terjadi salah identifikasi: Embolo yang diduga berpura-pura jatuh (diving), bukan Paredes yang melanggar. FIFA menyebut keputusan itu konsisten dengan interpretasi internal protokol VAR, meski belum diatur secara eksplisit dalam buku aturan resmi.

IFAB menyatakan bahwa penggunaan klausul โ€œkesalahan identitasโ€ dalam kasus Embolo akan dimasukkan dalam tinjauan mendalam protokol VAR, namun tidak akan langsung diterapkan sebagai aturan tetap hingga proses evaluasi selesai. FIFA menegaskan bahwa simulasi pemain tidak boleh berujung pada sanksi terhadap lawan, dan keputusan seperti ini harus diwaspadai agar tidak menimbulkan ketidakadilan disipliner.

Baca Juga:

Kedua lembaga sepak bola dunia itu sepakat bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting untuk menyempurnakan panduan teknis VAR, terutama dalam kasus-kasus di mana identitas pemain yang melakukan pelanggaran atau simulasi salah dibaca oleh wasit.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading