terkini24.com,- Kepala Operasi FIFA Kevin Lamour menolak keras rencana Presiden Gianni Infantino untuk menjual saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise, menyebutnya sebagai “proyek satu orang”. Setelah mendapat penolakan tegas dari UEFA, CONCACAF, AFC, hingga mundurnya penasihat senior Carlos Cordeiro, FIFA resmi membatalkan rencana tersebut pada akhir Juli 2026.

Lamour, yang menjabat sejak 2024, mengkritik Infantino karena dianggap tidak transparan dalam merancang skema investasi swasta. Dalam pernyataan langka, ia menyatakan, “Ini adalah proyekan satu orang. Proyek ini bukan hanya tidak boleh dilanjutkan… tetapi sekarang saatnya bagi para pemimpin politik sepakbola untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang tepat.” Ia bahkan bersiap kehilangan jabatannya jika keputusan itu diambil, dengan menegaskan, “Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu, setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini.”

Penolakan terhadap rencana itu tidak hanya datang dari internal FIFA. Konfederasi sepakbola dunia, termasuk UEFA yang mengancam boikot, menilai skema itu membahayakan integritas turnamen paling bergengsi. Meski FIFA awalnya berdalih bahwa keuntungan akan dibagikan ke seluruh anggota, tekanan global membuat organisasi itu akhirnya menarik kembali usulan tersebut.

Dengan pembatalan ini, Piala Dunia 2026 tetap akan dikelola sepenuhnya oleh FIFA tanpa campur tangan investor swasta, menutup babak kontroversi yang sempat mengguncang dunia sepakbola.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading