terkini24.com,- FIFA merencanakan menjual saham Piala Dunia melalui badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang memungkinkan investor swasta dan anggota asosiasi sepak bola menjadi pemegang saham. Rencana ini menuai kecaman luas dari anggota FIFA termasuk UEFA, yang khawatir komersialisasi akan mengancam integritas turnamen dan memicu konflik kepentingan. Menanggapi tekanan, Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan janji pembagian dana pengembangan senilai 40 juta dolar AS (sekitar Rp723,2 miliar) kepada seluruh 211 anggota asosiasi. Kritik tajam datang dari Presiden LaLiga Javier Tebas, yang menilai langkah itu sebagai upaya membeli suara menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027, bukan reformasi tata kelola. Tebas menegaskan, keputusan komersial FIFA bukan milik pribadi Infantino dan mencampurkan uang dengan kekuasaan tanpa transparansi tidak bisa disebut kepemimpinan.
Pertanyaan besar masih menggantung: bagaimana memastikan investor tidak ikut campur dalam keputusan teknis turnamen, sementara jadwal pertandingan yang sudah padat berpotensi semakin membebani pemain. Sejumlah anggota FIFA juga menyoroti minimnya konsultasi publik sebelum rencana ini diumumkan. Meski FIFA menjamin bahwa investor tidak memiliki kendali atas keputusan sepak bola, skeptisisme tetap melekat di kalangan pengamat dan federasi nasional. Kritik terus mengalir, dan ancaman boikot dari negara-negara Eropa mulai terdengar serius.

















