terkini24.com,- Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) secara bersama-sama menyatakan kekecewaan terhadap rencana FIFA untuk menjual saham Piala Dunia kepada pihak swasta. Ketiga badan sepak bola regional itu menilai langkah tersebut melanggar prinsip tata kelola yang transparan dan mengabaikan konsultasi dengan pemangku kepentingan utama.
UEFA menyebut rencana itu sebagai tindakan โkeluar jalurโ yang melanggar batas etis yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola. AFC menekankan bahwa inisiatif sebesar ini harus melalui proses konsultasi menyeluruh dengan semua asosiasi anggota dan konfederasi sebelum diajukan ke badan pengambil keputusan. Sementara itu, CONCACAF menyatakan baru mengetahui rencana ini melalui laporan media, bukan melalui saluran resmi, dan menyampaikan keprihatinan atas kurangnya prosedur yang seharusnya diikuti.
FIFA, yang dipimpin Gianni Infantino, sebelumnya mengirim surat kepada 211 negara anggotanya, meminta dukungan atas rencana penjualan saham tersebut sebelum 19 September 2026. Badan tersebut menjanjikan kucuran dana sebesar US$40 juta (Rp723 miliar) bagi asosiasi yang mendukung keputusan itu, dengan dana direncanakan cair pada 1 Januari 2027. Namun, respons tegas dari tiga konfederasi terbesar dunia menunjukkan semakin kuatnya oposisi terhadap komersialisasi Piala Dunia tanpa keterlibatan yang memadai dari seluruh pemangku kepentingan.

















