terkini24.com,- FIFA membuka penyelidikan disipliner terhadap insiden kekerasan yang terjadi di lapangan setelah laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina berakhir pada Senin, 20 Juli 2026. Kericuhan melibatkan sejumlah pemain dan staf teknis Argentina yang diduga melakukan tindakan fisik terhadap pemain Spanyol, termasuk Enzo Fernández yang diusir sebelum laga berakhir, serta Leandro Paredes, Nahuel Molina, dan asisten pelatih Roberto Ayala yang terlihat dalam rekaman memukul Eric Garcia, Rodri, dan Dani Olmo.

Insiden tersebut terjadi di Stadion MetLife, New Jersey, setelah Spanyol menang 1-0 lewat gol Ferran Torres di menit ke-106, mengantarkan La Roja meraih gelar juara dunia kedua mereka. FIFA mengonfirmasi telah menunjuk jaksa disiplin untuk menyelidiki dugaan pelanggaran Kode Disiplin FIFA, khususnya terkait Pasal 36 yang mengatur perilaku tidak sportif di luar lapangan. Pemain Argentina yang telah menerima kartu merah sebelum pertandingan usai, Enzo Fernández, menjadi pemain pertama yang diusir dalam final Piala Dunia sejak John Heitinga pada 2010.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni dan sejumlah anggota tim berusaha meredakan situasi saat keributan memuncak. FIFA belum memberikan sanksi resmi, namun menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan setelah laporan jaksa selesai. Insiden ini menjadi catatan kelam di akhir turnamen yang sebelumnya dipenuhi sorak-sorai atas performa teknis kedua tim.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading