terkini24.com,- Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, atau yang akrab disapa Rayjo, mengaku persaingan ketat di Pelatnas PBSI Cipayung semakin memperkuat motivasi mereka menjelang debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pasangan ganda putra muda itu akan tampil di Arena Indira Gandhi, New Delhi, pada 17-23 Agustus mendatang, setelah menjalani persiapan intens selama dua pekan terakhir. Mereka menyadari bahwa tekanan internal di tim nasional kini semakin tinggi, seiring kesuksesan rekan-rekan mereka yang meraih gelar di turnamen BWF terbaru. Rayjo menilai kompetisi sehat ini justru menjadi pemicu semangat untuk tidak hanya menyamai, tetapi melampaui pencapaian rekan satu tim.
Rayjo, yang merupakan runner-up Indonesia Masters 2026, mengatakan bahwa suasana pelatnas sudah lama terasa ketat. โOh persaingan sudah, sudah dari kapan tahu sudah terasa ketatnya,โ ujar Raymond. โDari awal kayaknya juga sudah berasa persaingannya, enggak mau kalah pokoknya.โ Kepiawaian pasangan lain seperti Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang menjuarai Thailand Open dan Taipei Open 2026, serta Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang meraih dua gelar beruntun di Japan Open dan China Open 2026, menjadi acuan yang membangkitkan ambisi mereka.
Dengan latar belakang prestasi ganda putra Indonesia yang pernah mencapai puncaknya lewat gelar juara Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan di Kejuaraan Dunia 2019, Rayjo berharap bisa menambah daftar kejayaan timnas di ajang bergengsi tersebut. Mereka tidak hanya ingin tampil, tetapi berambisi memberikan performa terbaik dan membawa pulang hasil yang membanggakan bagi Indonesia.

















