terkini24.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino melalui juru bicaranya secara tegas membantah tuduhan bahwa ia membayar seorang wanita sebagai selingkuhan untuk menghilangkan dirinya dari UEFA. Menurut pernyataan resmi, pembayaran yang dimaksud adalah pesangon resmi yang diberikan kepada mantan karyawan UEFA, sejalan dengan kebijakan kepegawaian FIFA yang berlaku saat itu, termasuk biaya pendidikan MBA yang juga ditanggung.

Juru bicara FIFA menegaskan bahwa wanita tersebut bukanlah selingkuhan Infantino, dan pembayaran yang dilakukan merupakan bagian dari kompensasi keluar kerja yang sah sesuai aturan organisasi. Pembayaran tersebut, yang mencakup biaya kursus MBA, dianggap sesuai dengan kebijakan internal FIFA yang berlaku pada masa Infantino menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Aturan semacam ini, kata juru bicara, telah diperketat sejak 2016 dan kini berlaku seragam bagi semua karyawan, termasuk di UEFA, sebagaimana lazimnya organisasi modern bereputasi tinggi.

Tuduhan ini muncul setelah laporan media pada Sabtu, 8 Agustus, menyebut adanya transfer dana senilai ratusan ribu dolar AS terkait hubungan pribadi Infantino dengan seorang mantan staf UEFA. Namun, FIFA menegaskan bahwa insiden ini tidak ada kaitannya dengan hubungan pribadi, melainkan prosedur administratif standar yang dijalankan sesuai regulasi kepegawaian yang berlaku saat itu. Tuduhan tersebut muncul di tengah ketegangan antara FIFA dan UEFA terkait kepemimpinan Infantino di tubuh organisasi sepak bola dunia.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading