terkini24.com,- Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium mempertemukan Argentina dan Mesir, di mana tim asuhan Hossam Hassan kalah 2-3 setelah unggul dua gol lebih dulu. Di tengah kontroversi keputusan wasit, pelatih Mesir itu memperagakan gestur tangan berbentuk ‘X’ kepada wasit Francois Letexier, memicu spekulasi luas.

Mesir sempat unggul 2-0 berkat gol Mostafa Ziko, namun Argentina membalikkan keadaan dalam 11 menit terakhir lewat tiga gol dalam tempo singkat. Sebelumnya, dua gol Mesir sempat dianulir oleh wasit—satu karena pelanggaran, dan satu lagi yang dinilai layak menjadi penalti namun tidak ditinjau VAR. Hossam Hassan, yang menerima kartu kuning di injury time, langsung mendekati wasit dan membuat gestur ‘X’ yang sering dikaitkan dengan protes terhadap diskriminasi atau ketidakadilan. Ia tidak menjelaskan makna gestur itu secara langsung, tetapi dalam konferensi pers, ia mengecam keputusan wasit sebagai tidak adil. “Kami tidak melihat rasa hormat atau permainan yang adil. Gol kedua kami dianulir tanpa alasan jelas. Ada tekanan pada wasit,” tegasnya.

Komentar Hassan memperkuat kekecewaan timnya terhadap alur pertandingan, terutama setelah penalti yang seharusnya diberikan untuk Mesir justru dibiarkan tanpa peninjauan VAR. Saudaranya, Ibrahim Hassan, yang juga staf pelatih, sempat mencoba menenangkan situasi saat gestur itu terjadi. Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi mengenai gestur ‘X’ tersebut, dan tidak ada sanksi yang dikeluarkan. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Argentina, tetapi sorotan justru tertuju pada ketegangan di sisi teknis dan etika keputusan wasit.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading