Terkini24.com,- Pelatih Timnas Jerman Julian Nagelsmann secara terbuka mengungkap akar permasalahan di balik kegagalan Der Panzer meraih tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim asuhan sang pelatih kalah 3-4 lewat adu penalti dari Paraguay dalam laga 32 besar yang berlangsung di Stadion Boston, Amerika Serikat, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Nagelsmann menilai timnya terlalu mudah ditebak dan kurang tajam dalam menembus pertahanan lawan. Menurutnya, permainan Jerman terlalu lambat, dengan waktu berlebihan yang terbuang untuk menciptakan peluang berbahaya. โ€œKami memerlukan waktu terlalu lama untuk mulai membongkar pertahanan lawan di lapangan. Kami seharusnya lebih sering mengalirkan bola ke dalam kotak penalti, dan kami seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih awal. Permainan kami hari ini terlalu lambat,โ€ ujar Nagelsmann dalam wawancara dengan ZDF.

Selain serangan yang kaku, ia juga mengkritik ketidakmampuan lini belakang menghadapi serangan sederhana dari Paraguay. โ€œSayangnya, dalam sepak bola, beberapa tim mampu menang menggunakan taktik yang cukup sederhana, dan Anda perlu mampu bertahan dengan baik melawan taktik seperti itu,โ€ tambahnya.

Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Jerman di Piala Dunia. Setelah tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022, kali ini Der Panzer berhasil lolos ke babak gugur, tetapi kembali gagal melangkah lebih jauh. Ini adalah kali ketiga berturut-turut Jerman gagal mencapai perempat final.

Baca Juga:

Namun, kapten tim Joshua Kimmich menegaskan bahwa tanggung jawab bukan hanya berada di pundak pelatih. โ€œSaya berharap ia terus percaya pada dirinya sendiri dan kemampuannya, karena tidak ada seorang pun di ruang ganti yang menyalahkan dirinya. Pada akhirnya, kamilah yang berada di atas lapangan, dan kami harus selalu menargetkan kemenangan atas Paraguay,โ€ tegas Kimmich.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi tim yang dulu dikenal sebagai mesin sepak bola dunia. Kini, pertanyaan besar menggantung: apakah Jerman siap merevolusi cara bermainnya, atau akan terus terjebak dalam siklus kegagalan yang sama?

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading