terkini24.com,- Timnas Jerman tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 3-2 dari Paraguay, setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim yang dulu dijuluki “Die Mannschaft”, yang kini gagal melangkah lebih jauh di fase gugur turnamen besar untuk kedua kalinya dalam empat edisi terakhir.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Boston, Selasa (30/6/2026), dimulai dengan keunggulan Paraguay lewat gol Julio Enciso di menit ke-42. Jerman baru menyamakan skor pada menit ke-54 lewat tendangan akurat Kai Havertz. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa kedua tim memasuki babak tambahan.
Di menit ke-102, Jerman sempat unggul lewat sundulan Jonathan Tah dari tendangan sudut. Namun, setelah peninjauan VAR, wasit membatalkan gol tersebut karena pelanggaran yang dilakukan Waldemar Anton terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill. Keputusan ini memicu kemarahan pelatih Julian Nagelsmann, yang menyebutnya sebagai “lelucon konyol”.
“Saya bisa bilang kami seharusnya membongkar pertahanan mereka dengan cara berbeda, tapi itu adalah gol yang sah. Sungguh lelucon konyol bahwa gol itu dianulir,” ujar Nagelsmann dalam konferensi pers pasca-laga, seperti dilansir Reuters.
Namun, di luar kontroversi itu, pelatih berusia 38 tahun itu lebih fokus pada realitas yang lebih besar: kegagalan timnya di babak awal fase gugur. “Jika kami tersingkir di babak pertama fase gugur di turnamen besar dengan 32 tim sekaligus, ini jelas tidak cukup baik untuk sepak bola Jerman,” tegasnya.
Dalam adu penalti, Paraguay tampil lebih tenang. Tiga penendang mereka—Enciso, Gómez, dan Díaz—semuanya sukses menghantarkan bola ke gawang. Sementara Jerman hanya mampu mencetak dua gol, dengan penendang terakhir, Nick Woltemade, gagal mengeksekusi tendangan penaltinya.
Kekalahan ini memperpanjang daftar kegagalan Jerman di turnamen besar sejak gelar juara 2014. Dalam empat Piala Dunia terakhir, mereka hanya sekali lolos ke semifinal (2014), dan kini kembali gagal melewati babak 32 besar—mirip dengan kegagalan di Rusia 2018 dan Qatar 2022.
Dengan hasil ini, Jerman menjadi salah satu tim favorit yang tersingkir paling awal di Piala Dunia 2026. Sementara Paraguay, yang sebelumnya tak pernah menang atas Jerman dalam sejarah pertemuan resmi, merayakan kemenangan bersejarahnya dengan deklarasi libur nasional dari Presiden Santiago Peña.
Nagelsmann, yang menangani Jerman sejak 2024, kini menghadapi tekanan besar untuk merevisi struktur tim, filosofi bermain, dan regenerasi pemain. Di tengah kritik terhadap ketidakstabilan pertahanan dan kurangnya kreativitas di lini tengah, pertanyaan besar kini menggantung: apakah era kejayaan Jerman benar-benar berakhir, atau hanya sedang memasuki fase transisi yang pahit?
















