terkini24.com,- Pada sesi sprint race MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Jorge Martin sempat memimpin balapan dengan keunggulan hingga 1,7 detik atas Marc Marquez, namun ia sengaja membiarkan Marquez lewat saat tersisa lima lap. Keputusan itu diambil Martin karena ia berada dalam risiko melanggar aturan tekanan ban, yang jika dilanggar akan mengakibatkan penalti delapan detik.
Martin mengaku tidak memulai balapan dengan start yang optimal, tetapi memanfaatkan kekacauan di tikungan pertama yang melibatkan empat pembalap lain untuk merebut posisi terdepan. Setelah itu, ia berhasil membangun jarak yang signifikan terhadap Marquez. Namun, saat mencoba mempertahankan kecepatan maksimal, ia menyadari ban depannya tidak mencapai tekanan minimal yang diwajibkanโ1,80 bar untuk ban depan dan 1,68 bar untuk ban belakang. Meski berupaya menghangatkan ban dengan memacu motor lebih agresif, ia gagal mencapai zona tekanan yang aman.
โSaya harus membiarkan Marc lewat. Setelah itu, segalanya jadi lebih sulitโbahkan saat saya coba mendekat di lap terakhir,โ ujar Martin, seperti dikutip dari Crash.net. Ia membantah anggapan bahwa posisi start kelima menjadi penyebab kelelahan ban, menegaskan bahwa timnya tidak mengalami masalah serupa sebelumnya dan tidak mengerti mengapa tekanan ban tiba-tiba turun di balapan itu.
Penalti tekanan ban merupakan sanksi serius dalam MotoGP, dan meski Martin tidak dikenai hukuman setelah balapan, keputusannya untuk melepaskan posisi terdepan menjadi strategi krusial untuk menghindari konsekuensi yang bisa menghapus semua upayanya sepanjang balapan.

















