terkini24.com,- Real Madrid memulai musim 2026/2027 dengan Jose Mourinho kembali menangani tim, menghadapi lima tantangan utama: tekanan dari presiden Florentino Perez, rekonstruksi ruang ganti pasca kepergian legenda, keseimbangan antara Vinicius Junior dan Kylian Mbappe, kelemahan lini belakang, serta kurangnya kreativitas di tengah lapangan.
Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu dengan misi mengembalikan Real Madrid ke puncak Eropa, namun tantangan di luar lapangan tak kalah berat. Presiden Florentino Perez, yang baru saja terpilih kembali dengan dukungan 65 persen suara, menjadikan keberhasilan Mourinho sebagai tolok ukur kelangsungan kepemimpinannya. Di dalam klub, kepergian Toni Kroos, Luka Modric, dan Dani Carvajal meninggalkan kekosongan kepemimpinan di ruang ganti, sehingga Mourinho diminta membangun kembali disiplin dan mental juara yang menjadi ciri khas Real Madrid.
Di lini serang, kolaborasi Vinicius Junior dan Kylian Mbappe dinilai belum optimal. Keduanya mematikan saat menyerang, tetapi kontribusi bertahan mereka menjadi titik lemah yang membuat tim kehilangan keseimbangan melawan lawan yang menguasai bola. Mourinho dituntut menemukan formula yang mempertahankan kecepatan serangan tanpa mengorbankan struktur pertahanan.
Sementara itu, lini belakang masih rapuh akibat cedera panjang Antonio Rudiger dan Eder Militao. Meski telah merekrut Ibrahima Konate, Marc Cucurella, dan Denzel Dumfries, Mourinho masih menginginkan satu bek tengah tambahan untuk memperkuat kedalaman pertahanan. Di tengah lapangan, kepergian Kroos belum sepenuhnya tergantikan, membuat Jude Bellingham terpaksa bermain lebih dalam. Kehadiran Bernardo Silva diharapkan menambah kreativitas, namun Mourinho masih mencari satu gelandang kreatif lagi agar Bellingham bisa fokus pada peran penyerangnya.
Dengan semua tantangan ini, musim 2026/2027 menjadi ujian besar bagi kembalinya Mourinho ke Real Madridโbukan hanya dalam hal taktik, tapi juga manajemen sosial dan politik di dalam klub.
















