Terkini24.com,- Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong tetap menjalankan tugasnya di Indonesia meski dikenai sanksi larangan aktif di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun dan diusir permanen dari dunia sepak bola negaranya. Hukuman itu dijatuhkan oleh Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) pada awal Juli 2026, menyusul sejumlah kontroversi selama masa kepelatihannya di Ulsan HD, termasuk perselisihan dengan pemain, dugaan tindakan kekerasan, dan pelanggaran etika terkait aktivitas golf saat tim bertanding tandang.

Sanksi yang diberikan KFA mencakup penangguhan lisensi pelatih, larangan terlibat dalam semua kompetisi sepak bola di Korea Selatan, serta pengusiran permanen dari lingkungan sepak bola nasional. Namun, hukuman tersebut hanya berlaku di wilayah Korea Selatan dan tidak otomatis membatalkan kontrak Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta, yang ditandatangani pada Juni 2026 dan berlaku hingga 2029. PSSI telah menerima notifikasi resmi dari KFA, tetapi hingga kini tidak ada langkah hukum atau administratif yang menghentikan kiprah Shin di Indonesia.

Shin Tae-yong, yang sebelumnya menangani Timnas Indonesia, mengaku merasa tidak adil atas keputusan KFA. Dalam wawancara dengan media Korea Selatan, Channel A, ia menyatakan keinginannya untuk membela diri, tetapi memilih diam demi melindungi para pemain di Ulsan HD dan menjaga suasana sepak bola domestik. Ia juga belum memutuskan apakah akan mengajukan banding atas sanksi tersebut.

Saat ini, Shin Tae-yong berada di Jakarta dan terus mempersiapkan tim untuk laga-laga mendatang di Piala Presiden 2026, termasuk menghadapi Persebaya, Port FC, dan PSMS Medan di fase grup. Klub dan federasi sepak bola Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak sanksi dari KFA terhadap posisinya sebagai pelatih kepala Persija.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading