Terkini24.com,- Kiper tim lokal Khadamat Khan Younis, Saleem Al-Ashqar, tewas ditembak tentara Israel di Al-Qarara, Gaza Selatan, pada Rabu, 1 Juli 2026, saat sedang mengayuh sepeda untuk mengisi tabung gas guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Pria berusia 32 tahun itu mengalami luka tembak di perut yang tak tertolong, meninggalkan istri yang tengah mengandung anak pertama mereka, serta tujuh saudara perempuan. Peristiwa ini terjadi hanya lima bulan setelah pernikahannya, membuat duka yang ia tinggalkan semakin dalam.

Al-Ashqar dikenal sebagai salah satu kiper andalan di kompetisi sepak bola Gaza, pernah membela klub-klub lokal seperti Al-Aqsa dan Al-Masdar sebelum bergabung dengan Khadamat Khan Younis. Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, penuh tanggung jawab, dan sangat dekat dengan keluarga. Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) membenarkan bahwa ia adalah satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya, sehingga kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi seluruh sanak saudara.

Tragedi ini menyentuh dunia sepak bola internasional. Banyak klub dan komunitas sepak bola di Timur Tengah serta Eropa menyampaikan belasungkawa, menyoroti betapa konflik bersenjata terus menghancurkan kehidupan sipilโ€”bahkan mereka yang hanya berusaha bertahan hidup sehari-hari. Al-Ashqar bukan hanya atlet, tapi simbol ketahanan rakyat Gaza yang tetap berjuang di tengah kehancuran. Istrinya kini menanti kelahiran putra pertama mereka, tanpa kehadiran sang suami yang seharusnya menjadi ayah.

Dengan kematian Al-Ashqar, dunia sepak bola kembali diingatkan bahwa di balik statistik pertandingan dan transfer pemain, ada nyawa-nyawa biasa yang terenggut oleh kekerasan yang tak pernah berhenti.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading