Terkini24.com,- Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan DR Kongo di Stadion Atlanta, Rabu (1/7/2026) malam WIB, menjadi sorotan bukan karena gol kilat atau performa gemilang, melainkan keputusan kontroversial VAR yang menolak penalti untuk Harry Kane. Kapten timnas Inggris itu terjatuh di dalam kotak penalti setelah bersentuhan dengan kiper DR Kongo, Lionel Mpasi, menjelang akhir babak pertama. Namun, wasit Adham Makhadmeh langsung menyatakan Kane melakukan diving, dan VAR memutuskan tidak mengubah keputusan tersebut.
Keputusan itu memicu amarah luas di kalangan pengamat dan legenda sepak bola. Alan Shearer, ikon timnas Inggris dan komentator ternama, tak bisa menyembunyikan kemarahannya. Dalam siaran langsung, ia menegaskan bahwa kontak yang terjadi jelas memenuhi kriteria penalti, dan menilai keputusan wasit sebagai โkesalahan besar yang merugikan tim yang lebih kuat.โ Ia menambahkan bahwa VAR seharusnya berperan lebih aktif dalam kasus seperti ini, bukan hanya memeriksa secara dangkal.
Meski Inggris akhirnya menang 3-1 berkat brace Kane dan gol Brian Cipenga, insiden ini menjadi bahan perdebatan panjang di media sosial dan ruang diskusi sepak bola global. Banyak suporter dan analis mempertanyakan konsistensi penerapan aturan diving versus pelanggaran di dalam kotak penalti, terutama dalam turnamen sebesar Piala Dunia.
FIFA hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait keputusan wasit, namun tekanan untuk merevisi protokol VAR semakin kuat. Bagi Inggris, kemenangan tetap dirayakan, tapi keadilan di atas lapangan tetap jadi pertanyaan besar yang belum terjawab.

















