terkini24.com,- Pesta jalanan yang membelah Mexico City usai kemenangan Meksiko atas Ekuador 2-0 dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 berubah menjadi duka. Tiga orang tewas akibat terhimpit dalam kerumunan ratusan ribu suporter yang memadati Paseo de la Reforma, menyambut kelolosan El Tricolor ke babak 16 besar.
Kemenangan yang dicetak lewat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez pada 1 Juli 2026 itu menjadi yang pertama bagi Meksiko dalam fase gugur sejak Piala Dunia 1986. Lebih dari satu juta orang turun ke jalan, menyatu dalam gelombang warna hijau, putih, dan merahโmengakhiri puasa 40 tahun tanpa menang di laga knockout. Namun, semarak yang membara justru berubah menjadi malapetaka.
Dua wanita, berusia 19 dan 48 tahun, serta seorang pria berusia 44 tahun, ditemukan tak bernyawa di tiga titik berbeda sepanjang jalur utama ibu kota. Mereka meninggal karena sesak napas akibat tekanan fisik yang tak tertahankan dalam kerumunan padat. Tim medis darurat berhasil mengevakuasi ketiganya ke rumah sakit terdekat, tapi nyawa mereka tak terselamatkan.
Walikota Mexico City, Claudia Sheinbaum, dalam pernyataan resminya menyerukan rasa tanggung jawab bersama. โKemenangan adalah milik kita semua, tapi nyawa adalah harga yang tak boleh dibayar dengan kegembiraan tanpa batas,โ ujarnya, meminta warga untuk merayakan dengan kepedulian dan kesadaran akan keselamatan.
Meksiko pun menjadi tim pertama di Piala Dunia 2026 yang melaju ke 16 besar tanpa kebobolanโsebuah prestasi yang membanggakan, namun kali ini terbayangi oleh duka yang tak terduga. Laga selanjutnya, melawan Inggris pada 6 Juli mendatang, akan digelar dalam suasana yang lebih tenang, sebagai bentuk penghormatan atas tiga nyawa yang hilang dalam euforia paling besar dalam sejarah sepak bola nasional mereka.

















