Terkini24.com,- Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, mendapat ancaman kekerasan berulang kali dari sejumlah suporter setelah timnya gagal meraih gelar di Piala ASEAN 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. Ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepada Hudson, tetapi juga keluarganya, dan tersebar melalui pesan pribadi di media sosial sejak Agustus 2026. Bek Nicholas Mickelson dari klub Jerman Elversberg angkat suara mengecam tindakan itu, menegaskan bahwa sepak bola tidak boleh menjadi alasan untuk mengancam keselamatan manusia.
Mickelson, yang berusia 27 tahun, menyatakan dalam wawancara dengan Siamsport pada 25 Oktober bahwa tidak ada alasan yang bisa membenarkan ancaman pembunuhan, penabrakan, atau kekerasan fisik terhadap pelatih hanya karena hasil pertandingan. Ia menekankan bahwa Hudson, meski bukan asli Thailand, layak dihormati sebagai seorang profesional yang berjuang untuk tim. Ancaman terhadap Hudson mulai meningkat tajam setelah kekalahan dari Vietnam di final Piala ASEAN 2026, lalu semakin parah setelah kekalahan 0-2 dari Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026 pada 5 Oktober. Laporan dari Spacebar mengungkapkan pesan-pesan berisi ancaman pembunuhan, penabrakan dengan kendaraan, hingga pematahan kaki jika bertemu di tempat umum.
Meski kemenangan 2-0 atas Vietnam di fase grup sempat menenangkan sebagian kritik, gaya bermain defensif Hudson tetap menjadi sorotan tajam. Ancaman bahkan sudah muncul sejak awal masa kepelatihannya pada November 2025, saat pengamat sepak bola Jay Worapath mengungkapkan Hudson pernah menerima ancaman penabrakan tak lama setelah menggantikan Masatada Ishii. Hingga kini, Asosiasi Sepak Bola Thailand belum mengambil keputusan untuk memberhentikannya, bahkan dikabarkan telah memperpanjang kontrak Hudson hingga Februari 2028.
















