terkini24.com,- Pelatih timnas Thailand, Anthony Hudson, menghadapi ancaman pembunuhan yang menargetkan dirinya dan keluarganya, menyusul kegagalan tim meraih gelar di dua turnamen terakhir. Ancaman berupa pesan berisi niat membunuh, menabraknya dengan kendaraan, hingga mematahkan kaki jika bertemu di tempat umum, telah ia sampaikan kepada pengelola situs ulasan sepak bola Wikhro Ball Jingjang pada 5 Oktober. Pemain timnas Thailand, Nicholas Mickelson, angkat suara mendukung Hudson, mengecam tindakan suporter yang mengancam keselamatan pribadi hanya karena hasil pertandingan. Hudson, yang kontraknya diperpanjang hingga Februari 2028, tetap menjalankan tugasnya meski tekanan psikologis terus menghantui, sambil mempersiapkan tim untuk Kingโ€™s Cup November mendatang dan Piala Asia 2027.

Ancaman terhadap Hudson bukanlah yang pertama. Sejak awal menjabat pada November 2025, ia sudah menerima ancaman serupa, termasuk kabar akan ditabrak kendaraanโ€”sebuah kejadian yang dilaporkan oleh pengamat sepak bola Jay Worapath melalui media Thairath. Kekhawatiran publik terhadap performa tim semakin memuncak setelah Thailand kalah dari Vietnam di final Piala ASEAN 2026 pada Agustus, lalu kembali gagal meraih gelar setelah dikalahkan Indonesia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Meski berhasil menang 2-0 atas Vietnam di fase grup, gaya bermain Thailand yang dianggap terlalu defensif menjadi sorotan tajam dari para kritikus.

Mickelson, yang bermain di klub Jerman Elversberg, menegaskan bahwa kekecewaan atas hasil pertandingan tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mengancam nyawa seseorang. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat soal strategi atau keputusan pelatih adalah hal wajar dalam sepak bola, tetapi tidak boleh berujung pada kekerasan atau intimidasi. Hingga kini, belum ada kabar resmi tentang penangkapan tersangka atau penyelidikan polisi yang telah dimulai, namun asosiasi sepak bola Thailand tetap mendukung Hudson dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga:

Timnas Thailand kini fokus mempersiapkan diri menghadapi Kingโ€™s Cup pada November, sekaligus mengasah strategi menjelang Piala Asia 2027, meski tekanan dari luar lapangan terus menghantui sang pelatih.

Designed with WordPress