Terkini24.com,- FIFA menghadapi tekanan politik setelah rencana menjual saham Piala Dunia melalui perusahaan komersial FIFA Forward Enterprise mendapat penolakan tegas dari Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham. Kritik ini menyusul keberatan sebelumnya dari UEFA, yang menilai turnamen sepak bola terbesar di dunia bukanlah aset bisnis yang bisa diperdagangkan.
Burnham, yang dikenal sebagai pendukung setia Everton, menegaskan bahwa nilai Piala Dunia dibangun oleh jutaan suporter selama puluhan tahun, bukan oleh lembaga atau investor mana pun. Ia menolak keras gagasan mengubah Piala Dunia menjadi produk komersial yang dikelola oleh perusahaan swasta, termasuk Thrive Eternal milik Joshua Kushner, yang disebut akan bergabung dalam skema investasi senilai 20 miliar dolar AS. Proposal ini bertujuan mengelola hak komersial turnamen FIFA, dengan dana yang diklaim akan dialirkan ke program pengembangan sepak bola global melalui FIFA Forward.
UEFA telah lebih dulu menyuarakan kekhawatiran serupa, mengecam kurangnya transparansi dan pendekatan yang terkesan memaksakan dukungan dari asosiasi anggota. Kini, kritik dari pemimpin politik Inggris memperluas gelombang penolakan, menandai semakin menguatnya tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino yang mendorong komersialisasi ekstrem terhadap turnamen yang selama ini dianggap sebagai warisan budaya global.

















