Terkini24.com,- Kegagalan merekrut Mariano Peralta dari Borneo FC tidak membuat Persija Jakarta mundur dari rencana penguatan lini depan. Sebaliknya, klub ibu kota justru memperluas cakupan buruan dengan fokus pada tiga pemain dari negara-negara Balkan, menurut laporan eksklusif jurnalis Italia Lorenzo Lepore.

Sebelumnya, Peralta—pemain asal Argentina yang menyabet gelar MVP Super League 2025—dianggap sebagai target utama pelatih Shin Tae-yong. Kesepakatan hampir final, bahkan sempat dikonfirmasi oleh manajemen melalui juru bicara Jeje, yang menyatakan kegembiraan pelatih asal Korea Selatan itu atas kedatangan sang striker. Namun, dalam perkembangan mendadak pada Minggu (28/6), Lepore mengungkap bahwa negosiasi runtuh bukan karena masalah finansial, melainkan karena ambisi Peralta untuk berkompetisi di kancah Asia yang lebih bergengsi.

Faktor penentu adalah keikutsertaan Persib Bandung di AFC Champions League. Menurut Lepore, Peralta kini lebih tertarik bergabung dengan tim yang memiliki jaminan tampil di kompetisi antarklub Asia teratas. Persib, yang dikabarkan menjadi tujuan alternatif, dinilai lebih menarik secara strategis bagi pemain yang ingin mengejar eksposur internasional.

Dengan Peralta yang hampir pasti berlabuh ke Bandung, Persija Jakarta langsung mengalihkan strategi transfer. Sumber yang dekat dengan manajemen mengonfirmasi bahwa tim berjuluk Macan Kemayoran kini membidik tiga nama dari wilayah Balkan—sebuah kawasan yang dikenal menghasilkan pemain berkarakter kuat, fisik tangguh, dan siap beradaptasi di iklim sepak bola Asia Tenggara.

Meski identitas ketiganya belum diumumkan, Lepore menyebut bahwa salah satu nama yang tengah dipertimbangkan adalah gelandang bertahan asal Bosnia-Herzegovina yang pernah bermain di liga Kroasia, serta dua pemain sayap dari Serbia dan Montenegro yang sedang mencari tantangan baru di luar Eropa. Semua calon ini memiliki rekam jejak di liga domestik yang kompetitif dan telah menunjukkan kemampuan mencetak gol maupun mengatur tempo permainan.

Shin Tae-yong, yang kini semakin aktif dalam proses scouting, diyakini memilih pendekatan ini untuk membangun lini serang yang lebih seimbang. Peralta yang dikenal sebagai penyerang tunggal andal, diganti dengan kombinasi pemain Balkan yang lebih serbaguna—mampu bermain di berbagai posisi dan mengimbangi gaya permainan lawan yang fisik.

Klub pun dikabarkan telah menyiapkan anggaran serupa dengan yang awalnya dialokasikan untuk Peralta, yaitu sekitar Rp6 miliar per pemain, dengan kesepakatan kontrak jangka panjang. Proses medis dan wawancara teknis terhadap tiga kandidat tersebut sedang berlangsung di Jakarta, dengan harapan keempatnya bisa resmi diperkenalkan dalam dua minggu mendatang.

Langkah ini bukan hanya strategi transfer, melainkan sinyal kuat bahwa Persija Jakarta tidak lagi sekadar mengejar nama besar, melainkan membangun tim dengan profil pemain yang sesuai dengan filosofi permainan Shin Tae-yong: disiplin, intensitas tinggi, dan kemampuan adaptasi cepat.

Dengan kegagalan merekrut Peralta, Persija justru menunjukkan kesigapan dalam mengubah rencana—dan mungkin, sedang menyiapkan kejutan besar yang jauh lebih berdampak.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading