terkini24.com,- Piala Presiden 2026 menjadi ajang pramusim yang tak hanya mempertajam persaingan klub sepak bola, tapi juga menjadi sumber pendapatan vital bagi tim-tim dan pelaku UMKM. Juara turnamen tahun ini berhak atas hadiah Rp8 miliar, naik dari rencana awal Rp6 miliar, setelah pendapatan sponsor mencapai Rp70 miliar. Turnamen yang berlangsung sejak 25 Juli 2026 itu mempertemukan delapan tim dalam dua grup, dengan laga fase grup digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, yang juga menjabat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, mengumumkan kenaikan hadiah saat jumpa pers jelang semifinal di Surabaya pada 2 Agustus 2026. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan para sponsor, yang membuat turnamen ini semakin menarik sebagai alternatif pendapatan bagi klub yang terdampak tekanan ekonomi. Sebagai perbandingan, juara BRI Super League 2025/2026 mendapat Rp10,5 miliar, tetapi harus menyelesaikan 34 pertandingan.

Di luar lapangan, dampak ekonomi Piala Presiden 2026 terasa nyata di sektor UMKM. Panitia mencatat total transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar dua stadion mencapai Rp1,3 miliar hingga akhir fase grup. Antusiasme penonton menjadi kunci utama: rata-rata 23 ribu penonton hadir di Bandung, sementara di Surabaya angkanya menyentuh 30 ribu per pertandingan. Anggota Steering Committee Tsamara Amany menegaskan, tingginya kehadiran suporter tidak hanya meningkatkan rating, tapi juga memberi napas baru bagi perekonomian lokal di kedua kota.

Baca Juga:

Turnamen yang berlangsung dalam kurun waktu kurang dari satu bulan ini membuktikan bahwa ajang pramusim bisa menjadi mesin ekonomi sekaligus ajang kompetisi, tanpa harus menunggu liga utama berjalan.

Designed with WordPress

Discover more from Terkini24.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading